Innisfree Auto Eyebrow Pencil : Swatch and Review


Hai Ladies..

Gak kerasa, setahun saya hampir off dari menulis apapun di blog ini XD. Selama setahun ini, ada banyak sekali makeup dan skincare yang ingin saya review. Sayangnya, kesibukan membuat saya terus menerus menunda untuk menulis sampai akhirnya makeup dan skincare yang ingin saya review tersebut keburu habis L.

Anyway, long story short, I’m back and am ready to write some product reviews, yay! Produk yang akan saya review kali ini adalah Innisfree Auto Eyebrow Pencil. Ya, ini adalah pensil alis retractable alias otomatis dan gak perlu diserut. Seperti pensil alis lainnya yang ada di dunia ini, pensil alis ini terdiri dari dua sisi. Sisi pertama adalah retractable eyebrow pencil, sedangkan sisi lainnya adalah spooley brush.

Pensil alis ini terdiri dari 7 shade dan shade yang cocok dengan saya adalah Espresso Brown. Ini adalah kedua tergelap yang ada di seri ini. Berupa warna coklat tua dengan cool undertone. Pensil ini tidak terlalu lunak, dan itu adalah berita bagus karena menurut saya pensil alis yang ideal adalah yang batang pensilnya agak keras tapi tetap pigmented. Mengapa? Menurut saya pensil alis yang tua memudahkan dan menstabilkan kita untuk melukis alis.

Berikut adalah gambar before dan after dengan menggunakan Innisfree Auto Eyebrow Pencil. What do y’all think?

IMG_20180630_073535-vert

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

Advertisements

LA Girl Shady Slim Brow Pencil : Review


Hai Ladies..

Kali ini saya akan mereview produk untuk alis mata yang akhir-akhir ini saya pakai. Kita mulai aja ya..

Produk tersebut adalah LA Girl Shady Slim Brow Pencil. Ini adalah pensil alis retractable keluaran LA Girl yang terdiri dari cukup banyak shade yaitu 10 shade. Saya sendiri memakai shade yang berjudul Espresso.

Shade ini berwarna cokelat tua dengan cool undertone. Artinya, tidak ada warna kemerahan dalam shade ini. Saat dipakai, shade ini mengingatkan saya akan warna rok pramuka (Ladies masih inget kan, warna rok pramuka?).

 

Salah satu keunggulan pensil alis ini adalah bentuk pensilnya yang kecil sehingga memungkinkan untuk menggambar dan mengisi alis dengan detail dan lebih natural. Selain itu, pensil ini memiliki spooley brush di ujung lain pensilnya, sehingga menambah kepraktisan dalam pemakaiannya.

Pensil ini bukan merupakan produk yang long wearing. Namun bukan berarti jika terkena air produk ini langsung luntur dan menghilang (terkecuali jika Ladies menggosok bagian alis dengan cukup keras, maka warna produk ini akan menghilang).

Karena bentuk pensilnya yang super skinny, artinya produk ini memiliki jumlah dan berat yang lebih sedikit daripada produk alis pada umumnya. Hal itu memiliki makna bahwa produk ini bisa jadi lebih mudah habis daripada produk alis lainnya. Tetapi menurut saya hal itu bukan merupakan masalah yang terlalu besar, mengingat produk ini dibanderol dengan harga yang cukup bersahabat.

Sekian review kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

L’oreal Brow Artist Designer Pro : Review and Swatch


Hai Ladies..

 

Ya ampun udah dua bulan lebih aja sejak terakhir postingan blog saya. Kangen berat, iya! Tapi kemarin-kemarin memang saya seolah hilang asa untuk menulis postingan apapun, hehehe.. Oke, kali ini saya akan mereview tentang satu produk yang bisa mempercantik alis mata Ladies. Siap ya? Here we go!

 

Produk yang saya maksud adalah L’oreal Brow Artist Designer Pro. Produk ini adalah pensil alis 3-in-1 dimana satu ujung berupa retractable pencil dan ujung lainnya merupakan spooley brush. Kemudian, bagian tengah dari pensil dapat diputar dan berisi brow powder dengan aplikator berupa spons atau cushion.

baptools

Produk ini terdiri dari dua shade, yaitu dark brown dan light brown. Saya sendiri memakai shade dark brown dan shade ini cukup cocok dengan skintone dan warna rambut saya (yakali, warna rambut saya terlihat secara pakai kerudung, hahahaha). Cara memakai pensil alis inipun tergolong mudah.

 

Pertama-tama, gambarkan bentuk alis yang sesuai dengan bentuk wajah atau seperti yang Ladies inginkan dengan menggunakan retractable pencil. Kemudian isi bagian yang kosong, yang terdapat diantara dua garis alis dengan menggunakan brow powder. Jangan lupa untuk membaurkan brow powder agar hasil gambar alis mata terlihat lebih natural. Terakhir, gunakan spooley brush untuk memperhalus bagian garis alis mata yang terlalu tajam dan terlalu terlihat “buatan”.

loreal-brow-artist-designer-pro

 

Produk ini mengklaim dirinya sebagai produk yang waterproof. Well, pengalaman saya adalah bahwa bisa jadi produk ini memiliki kemampuan tahan air namun tidak tahan gosok. Jadi jika Ladies mencuci muka jangan gosok bagian alis yaa.. Jika tidak, nanti alis matanya hilang, hihihi. Meski demikian, saya menyukai produk ini dan selalu saya bawa saat travelling karena kepraktisan dan kelengkapan yang ada di sebatang pensil alis.

 

Yap, sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

 

More Color Names


Oke, Ladies.. Sepertinya saya butuh suatu acuan baru untuk bisa mendeskripsikan warna dengan lebih baik. Dan akhirnya saya dapat!! Salah satu postingan di alamat situs ini memberikan saya suatu pencerahan dan tambahan pengetahuan dalam mendeskripsikan warna. Enjoy..

http://www.color-blindness.com/color-name-hue/

Easy Makeup Tutorial (For Traveller)


Hai Ladies..

 

 

 

Jadi gini, pagi ini saya chatting dengan salah satu teman diklat, yang beberapa minggu lalu saya ikuti. Lalu karenanya saya jadi terinspirasi untuk membuat tutorial makeup yang simpel (oke, ini simpel menurut saya ya..) dengan menggunakan produk yang tergolong ga begitu banyak. Selain itu, dandanan ini memang saya pakai selama diklat, karena saya tergolong malas membawa seabreg makeup saat travelling. Sooooo, kita mulai.

 

 

 

Oke, mungkin saya bisa dibilang bohong dengan mengatakan malas membawa seabreg makeup, karena faktanya saya membawa seabreg skincare. Karena apa? Saat travelling, kita tidak tahu keadaan cuaca, air, kelembapan udara dan sebagainya, dari kota yang kita tuju, yang pada dasarnya hal-hal tersebut  berpengaruh pada kulit kita. Jadi untuk menghindari kerusakan/jerawat/kekeringan/kekucelan pada kulit, terutama kulit wajah, ya mau ga mau saya membawa seabreg skincare yang terdiri dari sabun muka, toner, pre-serum, serum, face mist (lihat DIY-nya disini), moisturizer (review dan swatchnya disini), dan sun screen (ya, salah satu produk yang saya sebutkan disini). Ya ya ya.. beberapa mungkin bilang saya agak lebay dengan semua skincare ini. Tapi plis deh, bukannya lebay, saya cuma high maintenance aja, hahahahaha, just kidding 😛

1

 

 

Well, ini tutorial sesungguhnya. Pertama-tama, setelah selesai mengaplikasikan semua skin care, saya membentuk alis mata saya dengan Sarange Automatic Brow Pencil (review, swatch, dan tutorialnya ada disini). Kemudian saya aplikasikan eyeshadow warna coklat L’oreal V-Sculptor (review, swatch, dan tutorialnya juga ada disini) dan saya baurkan warna di ujung-ujungnya dengan menggunakan blending brush, sehingga mata terlihat lebih berdimensi. Kemudian saya gambarkan winged eyeliner dengan menggunakan L’oreal Black Laquer (jangan bosan, Ladies, tapi review dan swatchnya ada disini) dan sampai disini, riasan mata selesai dulu (nanti dilanjut lagi).

2

 

 

Lalu, kita kembali ke daerah wajah. Sebelum mengaplikasikan dekorasi/makeup wajah apapun, saya aplikasikan face primer favorit saya, yaitu Blur Cream dari L’oreal (review dan swatchnya lihat disini). Setelah itu, wajah saya menjadi matte seketika dan siap untuk diaplikasikan produk lainnya. Kemudian, untuk foundation saya menggunakan mineral powder foundation (review menyusul). Saya memakai produk ini karena praktis, medium coverage, dan tahan lama. Kemudian saya membutuhkan contour untuk menambah dimensi pada wajah saya. Oleh karena itu, saya menggunakan blush on dari Pure Glow (review dan swatch disini) sebagai contour.

3

 

 

Lalu kembali ke makeup mata, saya aplikasikan mascara The Magnum dari Maybelline (review and swatch disini) agar mata saya terlihat lebih segar dan terbuka. Kemudian, saya aplikasikan highlight Mary Loumanizer dari The Balm (sori, Ladies, tapi produk ini ga akan saya bahas, jadi googling aja di tempat lain, hehehe) di sepanjang batang hidung, cupid’s bow dan sudut tertinggi di daerah tulang pipi. Kemudian, saya aplikasikan lipstik warna fuschia dari seri L’oreal Pure Reds sehingga tampilan wajah saya secara keseluruhan tampak lebih cerah (review dan swatch ada disini).

4

 

 

Terakhir, saya semprotkan setting spray All Nighter dari Urban Decay (sori, tapi ini juga tidak akan saya review ya, Ladies..) beberapa kali agar makeup saya lebih awet dan tahan badai XD.

 

 

5

So, yaaaa stepnya mungkin terlalu banyak bagi beberapa orang. Tapi untuk saya pribadi, step ini cukup simpel karena tidak ada correcting, concealing, baking, atau blushing on. Karenanya, saya bisa menyelesaikan semua step ini dalam waktu 5-10 menit aja (jadi ini simpel, iya kan? Iya kan???).

 

 

 

Sekian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat bagi Ladies yang mau travelling tapi ga mau bawa makeup banyak (tapi rela bawa seabreg skincare, LOL). Thanks and take care. Smooch!

Sarange Jaljinae? What’s Up? Automatic Pencil : Review, Swatch, and Mini Tutorial


Hai, Ladies..

 

 

Kali ini saya cukup excited, karena sore ini saya kaya baru dapet wangsit buat bikin tutorial riasan mata dengan menggunakan eyeshadow berwarna cerah, teknik yang sedikit menantang, fungsi yang sama sekali ga wearable, tapi tujuan akhirnya adalah untuk have fun. Sooo, ga sabar untuk share disini, tapi sekarang review produk dulu ya..

sarange-jaljinae-pencil-eyebrow

 

Produk yang akan saya review kali ini adalah produk untuk mengisi dan mendefine alis mata kita. Jika Ladies rajin baca blog saya, mungkin tau kalo saya punya beberapa tutorial untuk alis. Diantaranya disini, disini, dan disini. Nah, produk yang saya maksud kali ini adalah Sarange Jaljinae? What’s Up? Automatic Pencil. Oke, namanya panjang. Tapi intinya, ini adalah pensil alis otomatis.

 

 

Bentuk pensil alis ini sama seperti Sariayu Pencil Alis (yang review dan tutorialnya ada disini) atau ABH Brow Definer yang termahsyur. Jadi, pensil alis otomatis ini dual ended; ujung pertama adalah pensil otomatis, sedangkan ujung lainnya adalah spooley brush. Ujung pertama, yang merupakan pensil otomatis, memiliki bentuk “arang” pensil segitiga sama kaki yang memiliki tiga kegunaan.

 

sarange-jaljinae-pencil-eyebrowh

Pertama, jika menggores bagian ujung terlancip, akan didapat goresan tipis. Goresan tipis ini berguna untuk menggambar helaian rambut alis pada bagian yang kosong atau tipis. Kedua, jika menggores sisi  seberang ujung lancip, akan didapat goresan yang agak tebal (goresan yang ada di tengah pada gambar). Goresan ini berguna untuk mengisi alis secara keseluruhan agar terlihat lebih penuh. Ketiga, jika menggores sisi paling panjang, akan didapat goresan yang tebal. Goresan ini biasanya saya gunakan untuk mengisi kepala alis agar lebih rapi.

 

 

Spooley brush yang ada pada ujung pensil yang satunya tentu saja berfungsi untuk memblending hasil goresan agar tidak terlihat terlalu kasar dan untuk membawa rambut alis ke atas dan ke bawah saat proses pengisian. Selain itu, helaian pada spooley brush ini lebih lembut, jika dibandingkan dengan spooley brush biasa.

 

 

Oh iya, pensil alis ini terdiri dari dua warna, yaitu brown dan dark brown. Menurut saya, pensil alis yang berwarna brown terlihat kemerahan. Sehingga mungkin lebih cocok bagi Ladies yang berkulit lebih terang, atau yang memiliki rambut yang juga kemerahan. Sedangkan pensil alis yang berwarna dark brown terlihat lebih memiliki cool undertone dan lebih “nyambung” dengan warna kulit dan rambut asli saya.

 

 

Anyway, sekarang kita mulai tutorial singkatnya yaa.. Tutorial kali ini sebetulnya sama saja dengan tutorial yang sebelum-sebelumnya jadi anggap aja ini adalah refresh dari tutorial yang terdahulu, hehe..

 

 

Pertama-tama,  sikat rambut alis ke arah atas dan luar dengan menggunakan spooley brush.

20160208_085703

 

Kemudian, dengan menggunakan fungsi ketiga, gambarkan sisi/batas alis mata bagian bawah.

20160208_085820

 

Lalu, masih dengan menggunakan fungsi ketiga, gambarkan sisi/batas alis mata bagian atas. Untuk perhatian, saya tidak menggambar sisi ini dari ujung kepala alis ya.. Tapi sekitar ¾ bagian dari kepala alis.

20160208_085921

 

Selanjutnya, dengan menggunakan fungsi kedua, isilah alis mata secara keseluruhan. Jika ada bagian yang tipis atau kosong, gunakan fungsi pertama agar terlihat seolah bagian tersebut tersisi rambut alis.

20160208_090018

 

Terakhir, gunakan spooley brush kembali untuk membaurkan seluruh proses dan mendapatkan tampilan alis mata yang lebih penuh namun tetap terlihat natural.

20160208_090141

 

Untungnya, Ladies.. Sekarang ini alis mata saya tidak setipis dahulu dan bagian yang dulunya pitak sudah terisi rambut alis kembali, sehingga di sini saya tidak menggunakan fungsi pertama.

 

 

Sekian review kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

Sultry Bronzy Smokey Look


Hai Ladies..

 

Tau ga, rencananya saya tuh mau share tutorial yang menggunakan La Tulipe Travel Palette itu minggu depan. Tapi berhubung jam segini saya masih punya keinginan untuk menulis, so sekalian aja saya share malam ini juga, hehe..

 

Oke, jika Ladies rajin baca blog ini, mungkin tahu kalau saya sudah pernah mereview palet yang akan saya gunakan kali ini di postingan sebelumnya (klik ini, yaaa..). Nah, biar tutorialnya singkat, kita mulai langsung ya..

 

Pertama-tama, seperti biasa, bentuk dulu alis matanya (untuk tutorial alis mata, saya punya banyak, diantaranya bisa dilihat disini, disini, atau disini). Kemudian, aplikasikan eyeshadow primer terlebih dahulu. Nah, eyeshadow yang ada disini memang memiliki pigmentasi yang bagus, sehingga pada dasarnya tidak membutuhkan eyeshadow primer. Tapiiii, eyeshadow primer disini berfungsi untuk mempertahankan kualitas longevity dari eyeshadow, plus membuatnya anti-luntur, anti-meleleh, dan anti-bergeser. Setelah eyeshadow primernya meresap, aplikasikan translucent powder agar eyeshadow lebih mudah di blend.

1

 

Setelah itu, dengan menggunakan blending brush, aplikasikan eyeshadow warna coklat tua di sepanjang lipatan mata. Gerakkan kuas maju-mundur seperti gerakan wiper mobil dan melingkar. Warna eyeshadow ini akan saya jadikan sebagai warna transisi yang pertama.

20160130_141635

 

Lalu, dengan menggunakan flat brush, aplikasikan eyeshadow warna bronze dengan cara ditekan-tekan di sepanjang kelopak mata. Kemudian, baurkan sisi-sisi atau ujung-ujungnya dengan menggunakan blending brush yang telah diberi eyeshadow warna coklat tua (warna yang sama seperti yang dipakai di lipatan mata).

20160130_141942-horz

 

Lalu, dengan menggunakan angled brush, aplikasikan eyeshadow warna hitam sebagai eyeliner. Gambarkan winged yang cukup lancip, karena kita akan membuat tampilan riasan mata yang cukup dramatis. Lalu aplikasikan juga eyeshadow ini di sepanjang garis mata bagian bawah, namun sisakan sedikit untuk tidak di beri warna hitam di bagian ujung mata dalam.

20160130_143133-horz

 

Kemudian, dengan menggunakan pencil brush, aplikasikan eyeshadow warna champagne di ujung mata bagian dalam sebagai highlight, plus sebagai effect pop yang cukup dramatis. Jangan lupa untuk mengaplikasikan kembali eyeshadow warna coklat tua di sepanjang garis mata bagian bawah untuk memberikan sedikit efek smokey. Lalu aplikasikan eyeliner pencil warna hitam di bagian waterliner, sehingga eyeliner Ladies tampak sempurna dan dramatis.

20160130_143907

 

Terakhir, aplikasikan mascara untuk menutup serpihan eyeshadow yang jatuh sekaligus untuk menjaga kelentikan bulu mata. Untuk tampilan yang lebih dramatis, aplikasikan bulu mata palsu. Disini saya menggunakan bulu mata palsu yang memiliki helaian lebih panjang di ujung luar. Bentuk bulu mata seperti ini membuat mata lebih menyerupai bentuk almond dan sekaligus cocok dipakai untuk tampilan mata smokey. Selesai.

20160130_144544-tile

 

Sekian tutorial kali ini. I hope you enjoy it. Thanks and take care, Ladies. Smooch!