True Match Genius : Review and Swatch


Hai Ladies..

 

 

 

Aaaah, sudah lama banget saya ga nulis di blog ini. Kangen berat! Beberapa minggu kemarin sampai dua hari yang lalu saya pergi diklat ke luar kota, dan dengan jadwal yang padat merayap, ditambah tugas-tugas diklat yang ko kayanya ga ada habisnya (atau mungkin karena prokrastinasi juga), akhirnya saya mengundur-ngundur nulis blog terus. Tapi sekarang saya disini. Soooo.. Yeah!

 

 

 

Sebetulnya tadi saya sedikit galau, mau menulis apa dulu. Karena saya punya beberapa review produk, beberapa tutorial, satu konfession, dan satu artikel DIY. Tapi, saya akan mulai dari review produk dulu yah, Ladies. Produk yang akan saya review kali ini adalah foundation (Lagi? Ya!). Rencananya saya akan mereview produk ini dari sekitar 2-3 bulan yang lalu, karena menurut saya produk ini cukup keren. Tapi karena saat itu produknya masih belum keluar dan dikenal secara luas, jadi yo weisss.. Reviewnya nanti-nanti lagi aja (yaitu sekarang).

 

 

truematchgenius

Foundation yang saya maksud adalah L’oreal True Match Genius. Foundation ini kalau tidak salah terdiri dari 6 shade dengan undertone yang bervariasi. Saya memakai shade Gold Beige, dimana shade tersebut mirip NC 25 (beige dengan warm undertone). Foundation ini berbentuk compact alias padat, yang artinya teksturnya adalah creamy. Aplikator bawaannya berupa spons, tapi untuk saya sih aplikator tersebut tidak terpakai.

 

 

 

Foundation ini memiliki 4 manfaat, yaitu primer, foundation, concealer, dan powder. Karena manfaatnya begitu banyak, saya rasa foundation ini cocok dipakai oleh Ladies yang ga mau ribet dengan banyaknya tahap bermakeup. Foundation ini memiliki medium coverage, tapi dengan pemakaian berlapis coveragenya bisa naik hingga semi-full coverage.

 

 

 

Seperti yang saya katakan tadi bahwa foundation ini sifatnya go-to. Tapi jika Ladies ingin tampilan yang lebih flawless, Ladies tetap saja membutuhkan primer, concealer, dan translucent powder untuk melengkapinya.

 

 

 

Gambar di bawah ini adalah swatch shade Gold Beige pada kulit saya dan tampilan akhir setelah foundation di blend. Saya mengaplikasikan foundation ini dengan menggunakan blending sponge basah. Cukup terlihat yaaa, kalau coveragenya medium : beberapa ketidaksempurnaan dan ketidakmerataan warna kulit bisa ditutupi, namun sebagian lainnya tidak.

loreal true match genius

 

 

Oh iya, seperti yang saya katakan diatas bahwa aplikator bawaan foundation ini tidak terpakai oleh saya. Well, hal tersebut lebih karena bentuk aplikatornya yang terlalu klasik dan tidak saya sukai. Saya lebih suka menggunakan blending sponge bulat (seperti beauty blender), stippling brush, atau kabuki/flat top/oval brush yang memiliki helaian bulu yang lebat dan rapat.

 

 

 

Hal lainnya yang saya sukai dari foundation ini adalah longevitynya yang lumayan lama. Jika foundation ini di set dengan menggunakan translucent powder (dan mungkin diawali dengan primer dan diakhiri dengan setting spray juga), maka akan menjadi lebih tahan sekitar 7-8 jam.

 

 

 

Yap. Sekian review kali ini. Sesungguhnya saya masih jetlag dengan cara penulisan review ini, karena tampak berantakan, tapi saya harap ini bisa bermanfaat. So, thanks and take care, Ladies. Smooch!

 

Advertisements

Revlon Colorstay™ Concealer : Review and Swatch


Hai Ladies..

 

 

 

Kali ini saya mau mereview salah satu concealer yang, sebetulnya bukan yang terfavorit juga sih, tapi performanya cukup bagus, jadi kadang saya memakainya seminggu sekali. Sooo, kita mulai ya..

 

 

 

Concealer yang saya maksud adalah Revlon Colorstay™ Concealer. Concealer ini terdiri dari 4 shade, yaitu Fair, Light, Light Medium, dan Medium Deep. Seperti yang saya sebutkan tadi bahwa concealer ini bukan salah satu favorit saya dan hal ini dikarenakan keterbatasan shade yang dimiliki. Saya sendiri memakai shade Light Medium, tapi menurut saya shade tersebut terlalu pink dan terang di kulit saya. Jika saya memakai shade Medium Deep, undertonenya tetap pink dan terlalu gelap.

 

 

 

Concealer ini berfungsi untuk menyamarkan ketidakseimbangan kulit wajah ya, Ladies.. Jadi jika Ladies mencari concealer untuk menyamarkan lingkaran hitam bawah mata, maka jawabannya bukan concealer ini. Meski demikian, Revlon punya satu jenis concealer untuk dark circle yang sayangnya ga masuk pasar Indonesia secara umum.

 

 

 

Concealer ini memiliki tekstur yang cukup kental dan coverage yang dihasilkan adalah medium to full coverage. Karena hal inilah saya pikir concealer ini memiliki performa yang cukup bagus. Selain itu, concealer ini tidak mudah meleleh atau bergeser, asalkan kita mengesetnya dengan translucent powder.

 

 

 

Pada gambar di bawah ini, dapat terlihat bahwa karena warnanya yang terlalu terang, saya menggunakan concealer ini untuk dijadikan highlight. Untuk itu, saya mengaplikasikannya di segitiga di bawah mata, sepanjang batang hidung, cupid’s bow, dagu, dan sedikit di daerah dahi. Biasanya saya menggunakan blending sponge untuk membaurkan concealer ini dan biasanya hasilnya lebih baik daripada membaurkan dengan menggunakan tangan atau kuas.

revlon colorstay concealer

 

 

Yap, sekian review singkat kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

Correcting Purple Discoloration


Hai Ladies..

 

 
Kali ini saya mau menjabarkan step yang cukup simpel dalam mengoreksi ketidakseimbangan warna kulit yang keunguan. Kita mulai yaa..

 

 
Warna kulit keunguan pada wajah umumnya berada di bawah mata (yang biasa kita sebut sebagai dark circle) dan di sekitar mulut. Untuk kasus tertentu, misalnya luka lebam yang masih berwarna keunguan, juga bisa disamarkan dengan langkah-langkah yang ada di bawah ini. Oh iya, jika dark circle, discoloration, dan lebam yang Ladies miliki berwarna kebiruan, maka mungkin corrector yang dipakai akan berwarna lain, tidak seperti yang ada di postingan ini yaaa..

 

 
Oke, pertama-tama, setelah mencuci wajah hingga bersih dan mengaplikasikan skin care, maka jangan lupa pula untuk mengaplikasikan face primer pada kulit sebagai alas dari kosmetik yang akan dipakai selanjutnya. Face primer juga membantu untuk menahan minyak alami wajah yang dapat membuat kosmetik yang dipakai meleleh atau menggumpal.

20160122_210158

 
Setelah itu, aplikasikan corrector warna jingga. Kenapa? Karena dark circle saya memiliki undertone ungu. Berdasarkan lingkaran warna, dimana ungu berseberangan dengan jingga, yang artinya warna ungu bertolak belakang dengan warna jingga. So, untuk menetralkan warna ungu, maka kita membutuhkan warna jingga. Make sense, lol!

20160122_210327

 
Kemudian aplikasikan concealer atau foundation yang memiliki coverage yang full untuk menutupi warna jingga yang telah diaplikasikan sebelumnya, sekaligus untuk meratakan warna kulit. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik (dimana warna jingga tetap menutup warna ungu tapi foundation juga terbaur sempurna), ratakan daerah yang terkoreksi ini dengan menggunakan spons basah atau kuas foundation yang memiliki bulu yang lebat dan rapat.

20160122_210548

 
Terakhir, set bagian yang terkoreksi itu dengan setting powder (atau bisa juga translucent powder). Kemudian aplikasikan setting spray agar makeup Ladies tetap di tempatnya, tidak bergeser ataupun meleleh.

20160122_211248

 
Yapp, sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

Semi-Heavy Glam Tutorial


Hai Ladies..

 
Kali ini saya hanya ingin membuat pictorial mengenai correcting discoloration, foundation routine, highlighting, dan contouring. Well, sebetulnya saya sudah beberapa kali menjelaskan step by step ini di beberapa postingan saya yang terdahulu. So, kali ini saya hanya mengulang saja.

 
Pertama-tama, makeup mata yang saya aplikasikan bisa dilihat disini langkah demi langkahnya. Kemudian, sebetulnya saya sebetulnya tidak terlalu puas dengan hasil foto kali ini, karena pada bagian foundation dan selanjutnya, entah mengapa kamera saya tampak kurang fokus dan sedikit ngeblur sehingga wajah saya pun terlihat super mulus, hahahaha… Namun pada hasil akhir, fotonya sejernih awal sehingga Ladies bisa melihat perbedaan tampilan awal yang tanpa foundation dan tampilan akhir yang menor berat tapi wearable untuk dipakai ke pesta, LOL. Oke, kita mulai.

 
Seperti biasa, sebelum menggunakan dekorasi apapun pada wajah, hendaknya aplikasikan krim SPF, moisturizer, dan primer sehingga kulit kita terjaga dari sinar UV, tetap lembab, dan foundation yang kita gunakan tidak menyumbat pori-pori wajah, meratakan warna kulit, dan menyamarkan kerutan yang ada. Btw, review dari moisturizer dan primer yang saya gunakan disini bisa dilihat disini dan disini.

2
Kemudian saya aplikasikan corrector warna hijau di bagian wajah saya yang kemerahan seperti di bawah hidung, sekitar pipi, dan bagian wajah saya yang sedang berjerawat. Kemudian corrector warna kuning di bagian-bagian berwarna keunguan seperti bekas jerawat dan flek. Terakhir corrector warna oranye muda di bagian bawah mata. Kemudian saya membaurkan semuanya dengan menggunakan blending sponge yang sudah dibasahi. Kemudian, saya menutupi bagian –bagian yang tadi sudah terbaur tadi dengan menggunakan concealer sehingga warna kulit saya “kembali” seperti semula.

3
Selanjutnya karena saya sudah cukup banyak menggunakan creamy products, maka untuk foundation saya gunakan yang berjenis liquid dan memiliki coverage ringan hingga sedang. Kemudian saya baurkan dengan menggunakan blending sponge yang sama (Oke, disini foto before-after blending mulai blur yaaa..). Lalu saya aplikasikan highlight di sepanjang batang hidung, sedikit di bagian dahi, bawah mata, dagu, dan rahang dan baurkan kembali dengan menggunakan sponge tersebut. Oh iya, highlight yang saya pakai disini sebetulnya concealer yang warnanya terlalu terang, yang pernah saya bahas disini.

4
Lalu, saya setting semua produk liquid dan creamy yang sudah ada di wajah saya dengan translucent powder. Kemudian saya meng-contour tulang pipi dan hidung saya dengan menggunakan produk contour yang berjenis pressed powder (jadi bukan cream contour). Lalu saya aplikasikan blush on warna mauve terang di sekitar apple of the cheek. Terakhir, saya aplikasikan lipstik warna nude yang dilapisi lip gloss warna peach. Oh iya, tidak lupa, saya aplikasikan shimmery highlight sebagai sentuhan akhir di bagian ujung hidung, cupid’s bow, dan bagian tertinggi dari pipi saya.

5
Sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

How To Look Younger


Hai Ladies..

 
Kali ini saya mau menjabarkan langkah-langkah bagaimana terlihat lebih muda dengan menggunakan makeup. Beberapa orang bilang bahwa menggunakan makeup membuat orang terlihat lebih tua, lebih berumur, dan tidak sesuai dengan usianya. Namun, menurut saya, tidak demikian. Penggunaan makeup yang sesuai, teknik pengaplikasian yang tepat, dan jenis kosmetik yang digunakan berperan cukup penting dalam membuat kesan wajah menjadi lebih tua, lebih muda, lebih terpoles, dan lebih kucel (ih seriusaaan, pengaplikasikan makeup yang ceroboh bisa membuat wajah terlihat lebih kucel loh!).

 
Menurut saya, seseorang terlihat lebih muda jika kulit wajahnya tampak mulus, glowy dan merona cerah, tidak terlihat kerutan dan flek, dan tidak menggunakan makeup yang terlalu dramatis. Intinya, yang akan saya kreasikan sekarang adalah clean look/no makeup makeup look/everyday look, oh you name it! Disini saya menggunakan beberapa produk favorit yang mungkin akan saya tuliskan reviewnya di kemudian hari dan ya, let’s get started!

 
Pertama-tama, biasanya setelah membersihkan wajah dengan menggunakan facial foam dan diikuti face mist (yang cara pembuatannya bisa dilihat disini), saya menggunakan krim SPF. Krim yang saya gunakan memiliki kandungan SPF 30 yang cukup melindungi kulit saya selama 4-8 jam. Sebetulnya menggunakan krim SPF membuat kulit wajah terlihat berminyak dan foundation cepat teroksidasi. Namun, saya lebih suka wajah saya terlihat berminyak dari pada terkena kanker kulit akibat dari terus menerus terpapar sinar matahari. Menurut saya, pemakaian krim SPF adalah vital, tidak peduli apakah moisturizer atau foundation yang saya gunakan selanjutnya mengandung SPF atau tidak.

20151102_132708
Seperti yang saya singgung sebelumnya, bahwa krim SPF membuat kulit terlihat berminyak. Oleh karena itu selanjutnya saya memakai moisturizer yang memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pelembab dan sekaligus membuat kulit terlihat lebih matte, pori-pori terlihat lebih kecil, dan kerutan (jika ada) terlihat lebih samar. Jika dilihat dari fungsinya, moisturizer ini tampak seperti makeup primer. Tapi tidak demikian, karena selanjutnya saya tetap memakai makeup primer yang berfungsi sebagai pembatas antara skin care dan makeup. Agar kulit kita tidak tersumbat oleh makeup yang akan kita gunakan selanjutnya dan agar makeup yang kita gunakan terlihat tampak lebih mulus.

20151102_133025
Kemudian, berhubung saya mempunyai jerawat yang sedang merah-merahnya, maka saya akan mengkoreksi kulit wajah saya yang kemerahan dengan corrector berwarna hijau. Ladies, jika melihat langkah ini tidak penting karena akan membuat makeup terlihat lebih tebal? Well, menurut saya penting karena kulit yang lebih muda = kulit yang bebas jerawat. Setelah itu, saya aplikasikan concealer di tempat yang tadi sudah diaplikasikan corrector hijau dan di titik-titik lain yang saya pikir perlu disamarkan, seperti bekas jerawat. Oh iya, saya hanya menggunaan ujung jari saat membaurkan corrector dan concealer ini karena saya butuh sentuhan yang paling ringan tapi tetap efektif dalam mengcover ketidakseimbangan warna kulit.

2
Selanjutnya, saya mengaplikasikan foundation dengan kecerahan sekitar 1-2 tingkat lebih cerah daripada kulit wajah saya. Mengapa? Karena krim SPF yang saya sebutkan tadi akan mempercepat proses oksidasi foundation yang mengakibatkan warna foundation menjadi lebih gelap. So, saya tidak mau setelah lewat beberapa jam makeup saya membuat wajah saya kucel, makanya saya aplikasikan foundation yang lebih cerah namun tetap dengan undertone yang sama dengan kulit saya, yaitu kuning. Setelahnya, saya mengeset foundation saya dengan sedikit bedak translucent.

3
Kemudian, saya aplikasikan sedikit bronzer untuk “menghangatkan” tampilan wajah, sekaligus membuat wajah lebih berdimensi. Lalu saya aplikasikan blush on berwarna peach, karena warna ini paling cocok dengan undertone kulit saya. Terakhir saya aplikasikan mascara dan (mungkin bagi yang berminat) bulu mata palsu untuk membuat tampilan mata lebih terbuka dan cerah. Oh iya, disini saya tidak menggunakan makeup mata apapun karena makeup mata biasanya membuat tampilan wajah menjadi lebih dewasa. Selain itu, saya hanya membuat alis mata saya lebih terdefinisi, karena bagaimanapun alis mata adalah frame dari wajah. Lalu saya juga memakai lipstik warna peach yang membuat wajah lebih cerah. Warna peach ini saya dapatkan dari mencampurkan lipstik warna MLBB saya dengan lipstik warna oranye.

20151102_135838
So, ya.. sekian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

L’oreal True Match Super-Blendable Concealer : Review and Swatch


Hai Ladies..

 

1357055_1357055__47023_zoom
Kali ini saya akan mereview salah satu concealer yang jadi favorit saya dalam beberapa bulan terakhir. Concealer tersebut adalah L’oreal True Match Super-Blendable Concealer. Ayo kita mulai reviewnya!
Concealer ini memiliki rentang warna yang cukup luas, yaitu sembilan shade. Namun, yang di jual di counter di Indonesia (atau setidaknya, di Bandung) hanya 3 shade saja, yaitu W 1-2-3, W 4-5 dan W 6-7-8. So, apa sih arti huruf W dalam setiap shadenya? Tentu saja itu untuk menunjukkan undertone dan W adalah untuk warm. Sebetulnya ada seri C untuk cool dan N untuk neutral, yang sayang banget ga masuk, padahal kan ga semua kulit orang di Indonesia memiliki warm undertone.
Syukurlah saya pribadi memiliki warm undertone sehingga concealer ini bisa dibilang match dengan kulit saya, hohoho.. Nah, dari ketiga shade yang dijual, saya hanya memiliki dua shade saja, yaitu W 1-2-3 (fair to light) dan W 4-5 (light to medium). Swatchnya adalah pada gambar berikut dimana W 4-5 sebetulnya lebih mendekati warna kulit saya daripada W 1-2-3. Lalu mengapa saya membeli W 1-2-3? Ladies, concealer ini selain mampu menutup noda dengan sempurna, juga bisa dijadikan highlight. Jadi shade W 1-2-3 biasanya saya jadikan highlight untuk area bawah mata, batang hidung, dahi dan cupid’s bow. Hasilnya, menurut saya, cukup bagus (lihat tutorial ini, disini saya menggunakan W 1-2-3 sebagai cream highlight)

20150923_200257
Concealer ini memiliki tekstur yang creamy dan sedikit memiliki reflect sehingga terlihat berkilau. Hal yang saya sukai dari concealer ini adalah bahwa concealer ini seperti namanya : memang mudah di blend. Ladies dapat membaurkannya dengan ujung jari, kuas, atau spons. Namun jika ingin coverage yang maksimal dan hasil yang halus, maka saya sarankan membaurkannya cukup dengan ujung jari saja.
Ayo lihat gambar selanjutnya ya, Ladies.. Pada gambar yang paling atas, saya sengaja mencoret eyeliner pen pada kulit saya. Kemudian pada gambar selanjutnya saya mengaplikasikan segaris W 1-2-3 dan W 4-5 dikedua sisi coretan. Lalu pada gambar terakhir adalah hasil pembauran (dengan cara ditekan-tekan lembut sehingga noda coretan eyeliner benar-benar tertutup) dan pengesetan dengan menggunakan translucent powder. So, menurut saya, coverage dari concealer ini cukup ah-mah-zing!

20150923_200208-vert
Selanjutnya, jika ditanya apakah concealer ini tahan lama, akan saya jawab YEAHHH! Bahkan selama tidak digosok dengan keras maka concealer ini tetap tahan saat dibasuh oleh air. Meski demikian, concealer ini tetap akan menggumpal atau creasing untuk menutup dark circle. Tapi tidak masalah, karena pada label deskripsinya concealer ini berfungsi untuk menutup noda dan ketidakseimbangan warna kulit, dan menurut saya kedua fungsi tersebut sudah dilakukan dengan cukup baik.
Ya, sekian review kali ini. semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

contouring versus strobing


Hai Ladies..

Kali ini, sesuai dengan janji saya di postingan sebelumnya, saya akan membahas mengenai strobing dan contouring. So, kita mulai aja yah.

Sebagaimana sekarang dan hingga dua tahun yang lalu contouring benar-benar ngehits dan mencuri perhatian makeup artist, makeup junkie, atau makeup world pada umumnya. Contouring sebetulnya adalah teknik lama (oke, orang Indonesia cukup banyak yang ga ngeh dengan kata ini. kata shading lebih dikenal luas dan lebih dimengerti, padahal maksudnya sama). Namun contouring mungkin baru diberi nama atau diperkenalkan secara luas setelah Kim Kardashian mengepost foto rahasia wajahnya yang ter-define dengan baik sekitar tiga tahun yang lalu. Setelah itu, contouring benar-benar mengambil alih dunia (halah lebay) dan semua industri kosmetik berlomba-lomba memproduksi produk untuk mengkontur wajah.

maxresdefault
Namun, contouring mungkin tidak cocok untuk semua orang, beberapa orang malah terlihat lebih maskulin dan terkesan drag jika mengkontur wajah mereka. Hal ini tidak selalu berkaitan dengan teknik atau kemampuan bermakeup seseorang. Bisa jadi hanya karena wajahnya sudah terdefine secara natural (tulang pipinya sudah tinggi, hidungnya sudah berbentuk sempurna, luas dahinya sudah pas, dan lain-lain) sehingga melakukan contour malah hanya mempertajam bagian-bagian tersebut dan pada akhirnya wajah Ladies malah terlihat seperti laki-laki (kenapa? karena pada umumnya wajah pria terkesan lebih tajam daripada wanita). Seperti yang saya sudah bahas sebelumnya, bahwa contouring berfungsi untuk memperjelas tulang-tulang wajah sehingga tampilan wajah keseluruhan terlihat lebih seimbang. Oke Ladies, bukan berarti wajah kita sebelum contouring terlihat kacau, tapi c’mon untuk pergi ke pesta, undangan, atau bahkan nikah kita pengen wajah kita terlihat sama namun lebih pangling. Iya kan, ngaku!

Contouring membutuhkan kosmetik yang berwarna dua atau tiga tingkat lebih gelap dan memiliki cool undertones. Hal ini karena, dengan contouring kita membuat ilusi bayangan di daerah yang akan kita “sembunyikan”. Misalnya, untuk membuat pipi lebih tirus, kita memulas produk contouring di bawah tulang pipi kita sehingga pipi kita yang gembil terlihat lebih samar. Oke, samar disini bukan berarti pipi Ladies akan secara ajaib terlihat ngeblur, tapi kebanyakan orang akan melihat daerah yang lebih terang dari pada daerah yang lebih gelap atau terkontur. Karena hal tersebut, kita membutuhkan highlighting agar fokus pandangan teralih ke daerah lain.

14110 71c1Jt+IGUL._SL1500_
Highlighting adalah teknik penyeimbang contouring. Seperti yang saya ungkap diatas, dimana saat memandang sesuatu, orang akan lebih tertarik dengan bagian yang terang daripada bagian yang gelap (anak psikologi, angkat tangan! ternyata contouring dan highlighting mengambil ide dari psikologi gestalt, hehe). Mengapa? Karena bagian yang terang cenderung memberikan efek POP yang mencuri perhatian. Sehingga tidak peduli seberapa gembil pipinya Ladies, dengan teknik contouring dan highlighting yang tepat, orang akan melihat Ladies lebih pangling dan lebih tirus secara cantik.

Sekarang tentang strobing. Seperti yang saya singgung diatas, bahwa contouring mungkin tidak selalu cocok dengan setiap orang. Nah, jika Ladies tidak cocok dengan teknik contouring, atau Ladies menganggap contouring itu melelahkan dan membingungkan dan secara umum sulit, mungkin strobing lebih cocok dengan ladies.

h
Bedanya apa? Strobing, pada dasarnya, adalah highlighting tanpa contouring. Highlight yang dipakai dalam teknik ini adalah shimmery highlight yang bisa merefleksikan cahaya sehingga mencuri perhatian. Ini juga merupakan teknik lama dan sepertinya lebih banyak orang menggunakan teknik ini setiap hari daripada teknik contouring. Hanya saja mereka tidak sadar bahwa teknik ini punya nama. Strobing adalah teknik yang dipakai oleh model-model Victoria’s Secret, artis-artis Korea, atau Jepang, atau Taiwan. Dimana mereka lebih menitik beratkan pada kualitas kulit yang terlihat glowy, sehat, dan secara umum, penampilan terlihat lebih muda. Dimana disisi lain contouring memang membuat wajah lebih terdefine, namun terkadang penampilan keseluruhan tampak lebih.. apa yah, tua gitu?

benefit-cosmetics-watts-up-highlighter-d-20110928181455917~151100 Lancome-Highlighter-Rose-Etincelle Benefit_Cosmetics-Teint-High_Beam_Highlighter
Pertanyaannya, apakah tanpa melakukan contouring dan hanya melakukan highlighting saja, penampilan wajah bisa terlihat seimbang? Jawabannya adalah bisa. Kita menghighlight bagian-bagian yang ingin kita tonjolkan saja. Misalnya jika ingin tulang pipi kita terlihat tinggi, maka highlight-lah bagian tertinggi pada pipi Ladies (biasanya tulang yang ada di bawah ujung mata luar). Atau jika kita ingin terlihat lebih mancung, maka highlight-lah ujung hidung dan sepanjang garis tengah hidung. Jika ingin wajah kita tetap terlihat seimbang, jangan sekali-sekali menghighlight bagian yang seharusnya terkontur dan bagian lain yang seharusnya bertekstur matte.

Apa maksudnya bagian lain yang bertekstur matte? Misalnya bagian bawah mata (dark circle) atau kantong mata. Pada bagian tersebut biasanya kita sembunyikan dengan corrector dan concealer sehingga tampak rata dengan bagian lain pada wajah. Menghighlight bagian tersebut malah membuat fungsi dari corrector dan concealer akan menjadi sia-sia dan malah membuat bagian tersebut terlihat cembung/bengkak, dan wajah Ladies secara keseluruhan terlihat pucat seperti habis menangis. Bagian lain yang seharusnya matte adalah pipi bagian bawah. Bayangkan jika Ladies menghighlight bagian tersebut, Ladies akan terlihat gembil dan Ladies yang gembil secara natural akan terlihat super duper gembil.

Kenapa bisa begitu? Seperti yang pernah saya bahas di beberapa post sebelumnya, bahwa highlighting jenis apapun akan membawa/memperjelas fitur-fitur wajah, apalagi dalam teknik ini kita menggunakan highlight yang bertekstur shimmer.

Pertanyaan lainnya, jadi strobing bisa dilakukan kepada siapa saja? Nah, ini menarik, karena walaupun strobing adalah teknik yang secara umum lebih mudah daripada contouring, namun juga tergolong rada eksklusif karena.. Satu, idealnya digunakan untuk kulit yang amat kering. Bagi Ladies yang berkulit kering, bisa menggunakan shimmery highlight dengan tekstur powder atau cream, semuanya ga masalah. Untuk kulit berminyak atau kombinasi, pakailah matte foundation dan hanya sedikit highlight powder pada bagian yang akan berminyak namun membutuhkan sedikit strobing. Kenapa? Seiring berjalannya waktu, minyak wajah Ladies akan membuat penampilan Ladies strobe sendiri. So, jangan takut, tapi jangan pula terlalu banyak karena Ladies tidak ingin terlihat seperti tambang minyak kan..

20150627_213016
Dua, strobing terlihat keren pada kulit yang berpori-pori kecil. So, kulit berpori besar lebih baik tidak menggunakan teknik ini? Um, ga gitu juga.. Ada dua cara untuk menghindari pori-pori wajah makin terlihat karena teknik strobing. Pertama, gunakan powder highlight dan aplikasikan hanya pada bagian tertinggi dari tulang pipi Ladies. Kedua, selalu gunakan face primer dengan cara ditekan-tekan pada pori-pori yang besar untuk menyamarkannya dan memakai foundation dengan matte finish. Jika ladies menuruti kedua saran tersebut, semua akan baik-baik saja 😉

Tiga, diluar banyak dijual highlight dengan berbagai macam warna, warna apa yang cocok dengan kulit? Pilih shimmer highlight yang sesuai dengan undertone ladies. Untuk yang berkulit gelap dan memiliki warm undertone, mungkin bisa pilih highlight yang berwarna gold atau bronze. Untuk yang berkulit terang dan memiliki cool undertone, mungkin bisa pilih warna champagne. Untuk yang berkulit gelap dan cool undertone, mungkin pilih warna rose gold. Yang jelas, jika Ladies salah memilih warna, mungkin tampilan Ladies akan terlihat terlalu pucat atau tidak natural.

Empat, strobing paling keren digunakan untuk wajah berbentuk hati, yang sudah terdefine secara alami. So, ladies yang bermuka bulat, persegi, dan lain-lain tidak cocok untuk strobing? Tidak juga, strobing bisa diaplikasikan pada setiap bentuk wajah, namun mungkin kesannya akan berbeda-beda : yang bulat main bulat, yang panjang makin panjang, yang kotak makin kotak, namun semuanya akan terlihat lebih muda dan sehat. Jika Ladies ingin strobing tapi bentuk wajahnya bukan hati dan ingin terdefine juga, pakailah matte foundation. Kenapa? Karena seiring berjalannya waktu pemakaian, biasanya warna foundation akan menggelap dan menyatu dengan warna kulit wajah yang ada dibawahnya. Foundation yang mattepun akan menggelap namun akan tetap matte, sehingga dengan demikian Ladies akan mendapatkan contour (ingat, contour adalah warna gelap dan matte sehingga mengesankan bayangan).

c
Nah, sekian tentang strobing dan contouring. Saya pribadi lebih menyukai sedikit powder contouring dan sedikit strobing untuk aktivitas sehari-hari. Bagaimana dengan Ladies? Semoga postingan ini bisa bermanfaat, thanks and take care, Ladies. Smooch!

 

 

  1. Klik ini untuk mengetahui tentang contouring.
  2. Klik ini untuk mengetahui step by step contouring.
  3. Klik ini untuk mengetahui undertones.
  4. Klik ini untuk mengetahui bagian-bagian wajah.
  5. Klik ini untuk mengetahui step by step strobing.
  6. Klik ini untuk mengetahui kosmetik yang dipakai di wajah.
  7. Klik ini untuk mengetahui tentang menghindari pori-pori wajah yang besar.