More Color Names


Oke, Ladies.. Sepertinya saya butuh suatu acuan baru untuk bisa mendeskripsikan warna dengan lebih baik. Dan akhirnya saya dapat!! Salah satu postingan di alamat situs ini memberikan saya suatu pencerahan dan tambahan pengetahuan dalam mendeskripsikan warna. Enjoy..

http://www.color-blindness.com/color-name-hue/

Advertisements

Peacock Inspired Tutorial


Hai Ladies..

 

 

 

Inget ga, minggu lalu saya posting foto muka semi-ancur tapi riasan matanya oke punya? Riasan mata tersebut terinspirasi dari warna bulu ekor burung merak yang cantik. Nahh.. kali ini saya mau sharing tutorial riasan mata tersebut. Mari kita mulai!

 

 

 

Pertama-tama, aplikasikan dulu eyeshadow primer dan biarkan beberapa detik hingga meresap ke kulit kelopak mata. Lalu aplikasikan eyeshadow base warna putih di sepanjang kelopak mata hingga ke atas bagian lipatan mata. Eyeshadow base putih ini berfungsi membuat warna-warna eyeshadow yang akan saya pakai jadi lebih cerah. Oh iya, jika Ladies tidak punya eyeshadow base warna putih, Ladies juga bisa memakai eyeliner pensil/gel atau cream eyeshadow warna putih. Kenapa? Karena pada dasarnya fungsinya sama dengan eyeshadow base.

1

 

 

Oke, lanjut ke tahap selanjutnya. Aplikasikan eyeshadow warna peach di bagian antara kulit yang diberi eyeshadow base dan yang tidak. Eyeshadow peach ini akan menjadi warna transisi yang pertama. Aplikasikan dengan menggunakan big blending brush dan gerakkan brush membentuk setengah lingkaran hingga warnanya terbaur dengan lembut. Kemudian dengan menggunakan blending brush yang lebih kecil, aplikasikan eyeshadow warna coral di atasnya dan baurkan. Pada tahap ini, warna transisinya menjadi lebih bergradasi, bener ga?

2

 

 

Lalu dengan menggunakan angled brush, aplikasikan sedikit eyeshadow warna merah di perbatasan antara warna putih dengan warna coral. Eyeshadow ini berfungsi sebagai pembatas cut crease sekaligus sebagai contour yang memberikan dimensi pada mata. Lanjut ke bagian yang seru. Dengan menggunakan flat brush, aplikasikan eyeshadow warna ungu di bagian ujung mata luar. Aplikasikan hingga eyeshadow base putih tertutup dengan sempurna. Gerakkan kuas dengan cara menekan-nekan dengan lembut ke kelopak mata, agar mendapatkan color payoff yang maksimal.

3

 

 

Kemudian, dengan menggunakan flat brush lainnya, aplikasikan eyeshadow warna turquoise di ujung mata bagian dalam. Cara mengaplikasikannya sama seperti mengaplikasikan warna ungu, ya Ladies. Selanjutnya, masih menggunakan flat brush, aplikasikan eyeshadow warna biru azure di bagian tengah dan baurkan (tapi caranya masih dengan menekan-nekan) dengan warna-warna yang ada di kedua sisinya. Sampai tahap ini, Ladies akan mendapatkan tampilan gradasi warna yang seru dari turquoise ke ungu. Oh iya, semua eyeshadow yang saya pakai di bagian kelopak mata memiliki tekstur shimmer ya, biar seru!

4

 

 

Lalu, dengan menggunakan pencil brush, aplikasikan eyeshadow warna hijau lime di sepanjang kelopak mata bagian bawah. Dilanjutkan dengan pengaplikasian eyeshadow warna taupe di bagian bawahnya sebagai warna transisi yang memberikan efek semi-soft-smokey.

5

 

 

Oke, masih ada step selanjutnya, Ladies.. Masih dengan menggunakan pencil brush, aplikasikan eyeshadow warna kuning lemon di bagian tear duct sebagai highlight. Terakhir, aplikasikan mascara dan bulu mata palsu untuk mengangkat bentuk mata hingga terlihat lebih pangling.

6

 

 

Well, well.. Tutorial kali ini memang lebih ribet daripada yang biasanya saya share, Ladies. Tapi gapapa, prosesnya fun dan hasilnya juga fun. Oh iya, saya juga punya tutorial full makeup menggunakan riasan ini yang akan saya share lain kali 😀

 

 

 

Sekian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

V Day Cut Crease


SO EXCITED!!!

 

 

Hai Ladies..

 

 

Sesuai dengan janji saya kemarin, kali ini saya mau menshare tutorial riasan mata yang agak beda daripada yang akhir-akhir ini saya share. Jika Ladies mengikuti blog saya, mungkin tahu kalau di beberapa tutorial terakhir, saya “bermain” aman. Riasan mata yang saya share kebanyakan pakai warna-warna natural, aman, dan wearable. Nah, kali ini saya mau keluar dari zona aman saya dan jadi sedikit playful. Kita mulai yaa..

 

 

Oke, langkah wajib di awal adalah aplikasikan dulu eyeshadow primer di seluruh kelopak mata atas dan bawah. Lalu aplikasikan eyeshadow base warna putih di seluruh kelopak mata atas, hingga ke batas alis. Tujuannya adalah agar warna eyeshadow yang akan saya pakai selanjutnya terlihat lebih vibrant, nyata, dan cerah. Jangan lupa untuk membaurkan eyeshadow base ini dengan menggunakan ujung jari, agar eyeshadow tidak terlihat patchy atau tidak merata.

1

 

Eyeshadow yang akan saya pakai di tutorial ini adalah Sariayu Trend Warna 2013 (Pesisir Sentrajava) – Lasem (yang review dan tutorial lainnya ada disini). Pertama, dengan menggunakan angled brush, aplikasikan eyeshadow warna hot pink di atas lipatan mata. Kita akan membuat cut crease dengan teknik ini. Lalu, baurkan eyeshadow ke arah atas dengan masih menggunakan angled brush.

2

 

Kemudian, masih menggunakan angled brush yang sama, aplikasikan warna wine di bagian yang sama seperti warna hot pink pertama diaplikasikan. Tujuannya adalah untuk membuat dimensi yang lebih dalam dan warna yang lebih bergradasi. Lalu dengan menggunakan blending brush yang bersih, baurkan ujung-ujungnya sehingga di tahap ini didapat hasil pembauran yang lebih soft daripada yang sebelumnya.

3

 

Lalu dengan menggunakan flat brush (aplikasinya bisa basah atau kering), aplikasikan warna baby pink di seluruh kelopak mata. Selanjutnya, dengan menggunakan fluffy brush, aplikasikan kembali eyeshadow warna wine di ujung luar kelopak mata dan membentuk cat eyes.

4

 

Kemudian, untuk menambah drama, dengan menggunakan fluffy brush yang sama, aplikasikan eyeshadow warna hitam di atas warna wine yang telah ada. Lalu timpa kembali dengan warna wine, sehingga sekarang didapat warna wine yang lebih gelap.

5

 

Lalu gambarkan winged liner di garis mata bagian atas. Kemudian dengan menggunakan smudge brush, kombinasikan warna wine dan baby pink untuk diaplikasikan di sepanjang kelopak mata bagian bawah.

6

 

Terakhir, aplikasikan mascara di bulu mata atas dan bawah, dan aplikasikan juga bulu mata palsu untuk efek cetarnya.

7

 

Nah, gimana? Simpel tapi fun kan..

 

 

Sekian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

 

Sultry Bronzy Smokey Look


Hai Ladies..

 

Tau ga, rencananya saya tuh mau share tutorial yang menggunakan La Tulipe Travel Palette itu minggu depan. Tapi berhubung jam segini saya masih punya keinginan untuk menulis, so sekalian aja saya share malam ini juga, hehe..

 

Oke, jika Ladies rajin baca blog ini, mungkin tahu kalau saya sudah pernah mereview palet yang akan saya gunakan kali ini di postingan sebelumnya (klik ini, yaaa..). Nah, biar tutorialnya singkat, kita mulai langsung ya..

 

Pertama-tama, seperti biasa, bentuk dulu alis matanya (untuk tutorial alis mata, saya punya banyak, diantaranya bisa dilihat disini, disini, atau disini). Kemudian, aplikasikan eyeshadow primer terlebih dahulu. Nah, eyeshadow yang ada disini memang memiliki pigmentasi yang bagus, sehingga pada dasarnya tidak membutuhkan eyeshadow primer. Tapiiii, eyeshadow primer disini berfungsi untuk mempertahankan kualitas longevity dari eyeshadow, plus membuatnya anti-luntur, anti-meleleh, dan anti-bergeser. Setelah eyeshadow primernya meresap, aplikasikan translucent powder agar eyeshadow lebih mudah di blend.

1

 

Setelah itu, dengan menggunakan blending brush, aplikasikan eyeshadow warna coklat tua di sepanjang lipatan mata. Gerakkan kuas maju-mundur seperti gerakan wiper mobil dan melingkar. Warna eyeshadow ini akan saya jadikan sebagai warna transisi yang pertama.

20160130_141635

 

Lalu, dengan menggunakan flat brush, aplikasikan eyeshadow warna bronze dengan cara ditekan-tekan di sepanjang kelopak mata. Kemudian, baurkan sisi-sisi atau ujung-ujungnya dengan menggunakan blending brush yang telah diberi eyeshadow warna coklat tua (warna yang sama seperti yang dipakai di lipatan mata).

20160130_141942-horz

 

Lalu, dengan menggunakan angled brush, aplikasikan eyeshadow warna hitam sebagai eyeliner. Gambarkan winged yang cukup lancip, karena kita akan membuat tampilan riasan mata yang cukup dramatis. Lalu aplikasikan juga eyeshadow ini di sepanjang garis mata bagian bawah, namun sisakan sedikit untuk tidak di beri warna hitam di bagian ujung mata dalam.

20160130_143133-horz

 

Kemudian, dengan menggunakan pencil brush, aplikasikan eyeshadow warna champagne di ujung mata bagian dalam sebagai highlight, plus sebagai effect pop yang cukup dramatis. Jangan lupa untuk mengaplikasikan kembali eyeshadow warna coklat tua di sepanjang garis mata bagian bawah untuk memberikan sedikit efek smokey. Lalu aplikasikan eyeliner pencil warna hitam di bagian waterliner, sehingga eyeliner Ladies tampak sempurna dan dramatis.

20160130_143907

 

Terakhir, aplikasikan mascara untuk menutup serpihan eyeshadow yang jatuh sekaligus untuk menjaga kelentikan bulu mata. Untuk tampilan yang lebih dramatis, aplikasikan bulu mata palsu. Disini saya menggunakan bulu mata palsu yang memiliki helaian lebih panjang di ujung luar. Bentuk bulu mata seperti ini membuat mata lebih menyerupai bentuk almond dan sekaligus cocok dipakai untuk tampilan mata smokey. Selesai.

20160130_144544-tile

 

Sekian tutorial kali ini. I hope you enjoy it. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

Blend, blend, and BLEND!! How To and Ultra Simple Look Tutorial


Hai, Ladies..

 
Hari ini saya lagi menggebu-gebu karena semangat tahun baru. Selain itu saya juga punya banyak rencana untuk tahun ini, tapi pertama-tama saya mau nulis blog dulu, hehehe.. Postingan ini adalah mengenai blending. Jika Ladies mengikuti tulisan saya, mungkin Ladies tahu bahwa saya tidak pernah melupakan step blending atau membaurkan dalam membuat riasan mata atau wajah. So, step blending kali ini adalah untuk riasan mata terlebih dahulu yaa..

 
Nah, sebelum saya masuk ke langkah-langkah, saya mau mengulas kembali mengapa kita perlu memblending makeup kita. Sebetulnya ada beberapa alasan, yang paling utama adalah agar makeup kita terlihat halus dan tidak terlihat seperti berbercak. Alasan lainnya adalah semakin kita membaurkan makeup, semakin hasilnya terlihat natural karena membuat makeup seakan menyatu dengan warna dan rona kulit dan kontur alami wajah kita. Alasan selanjutnya adalah justru dengan membaurkan makeup, struktur wajah kita akan terlihat lebih berdimensi dan terkesan 3D, sehingga makeup yang kita pakai seakan tidak terlihat (alasan yang ketiga ini berkaitan juga dengan alasan nomor dua).

 
Berikut ini saya perlihatkan perbedaan kesan yang terlihat dari dua foto dengan makeup mata yang terbaur dan tidak terbaur. Menurut Ladies, mana yang lebih baik? Pada kedua foto dibawah ini saya hanya menggunakan satu warna eyeshadow saja, yaitu mauve. Tapi untuk foto yang ada di sebelah kiri, saya hanya mengaplikasikan eyeshadow pada kelopak mata saja. Sedangkan pada foto yang ada di sebelah kanan, saya membaurkan sisi-sisi atau bagian paling luar eyeshadow, sehingga warna eyeshadow memudar dan bergradasi dengan warna kulit saya.

blend
Dari foto diatas, menurut saya, foto dengan makeup mata yang terbaur terlihat lebih baik daripada makeup mata yang tidak terbaur. Selain itu, saya juga punya koleksi foto lain, dimana salah satu foto saya ambil satu tahun yang lalu (atas), dan foto lainnya saya ambil sekitar satu bulan yang lalu (bawah). Jelas terlihat bahwa blending adalah skill yang dapat ditingkatkan seiring dengan banyaknya latihan. Pada foto satu tahun yang lalu, saya memblending eyeshadow dalam riasan mata saya. Tapi tampaknya jika dibandingkan dengan foto yang saya ambil sebulan yang lalu, nampaknya kemampuan saya dalam memblending eyeshadow cukup meningkat, huwahahahahah.. Intinya, Ladies, teruslah berlatih agar apa yang kita latih dapat membuahkan hasil yang lebih baik (ini efek tahun baru, saya jadi sok bijak, LOL).

neutral cut crease with purple tone

lembayung senja
Pada dasarnya, Ladies, semua jenis kuas makeup mata, spons, atau jari tangan kita bisa dipakai untuk memblending, asalkan kita tahu caranya. Menurut saya, cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan kuas makeup mata khusus untuk memblending, walaupun sebetulnya kuas lain seperti angled brush atau smudge brush juga bisa dipakai untuk memblend eyeshadow tapi kita bahas itu lain waktu. Anyway, berikut ini adalah beberapa blending brush yang paling sering saya pakai untuk membaurkan eyeshadow, kita bahas satu persatu yaa..

20160101_190908
Kuas yang pertama adalah fluffy angled brush. Oke, Ladies mungkin tidak bisa melihat secara jelas karena kualitas dan posisi kuas dalam foto yang jelek banget, huhu.. Tapi kuas jenis ini bagus untuk membaurkan eyeshadow di ujung mata untuk mendaparkan tampilan smokey cat eyes atau smokey eyeliner.

 
Kuas yang kedua adalah round tapered brush. Kuas ini mirip seperti pencil brush namun dengan ukuran yang lebih besar dan ujung yang tidak terlalu lancip. Kuas jenis ini bagus untuk membaurkan eyeshadow pada tempat yang detail seperti highlight di ujung mata bagian dalam atau untuk membaurkan warna transisi yang paling gelap (penjelasan ini aneh, I know, tapi kapan-kapan saya jelaskan dengan lebih detail).

 
Kuas ketiga adalah big fluffy blending brush. Kuas ini adalah blending brush yang sesungguhnya, helaian bulunya yang banyak dan tidak beraturan mempermudah pengalaman memblending eyeshadow. Kuas ini memiliki bentuk yang besar sehingga bagus untuk membaurkan warna transisi yang paling terang.

 
Kuas keempat adalah duo fiber eyebrush. Kuas ini memiliki dua jenis bulu dan hasil pembauran menggunakan kuas ini seperti airbrush. Karena bentuk helaian kuasnya yang panjang dan ramping, maka kuas ini bagus digunakan untuk membaurkan eyeshadow pada bagian lipatan mata.

 
Kuas kelima adalah fluffy eyeshadow brush. Kuas ini sebetulnya tidak selalu digunakan untuk membaurkan eyeshadow karena jenisnya yang merupakan flat (kuas gepeng). Tapi karena bentuk bulunya yang lebar dan gepeng, dan helaiannya yang tidak rapi, menurut pengalaman saya, kuas ini terbilang cocok dipakai untuk membaurkan eyeshadow pada bagian lipatan mata.

 
Kuas keenam adalah juga fluffy eyeshadow brush namun dalam jenis yang tidak terlalu flat. Kuas ini biasanya saya gunakan sebagai kuas “bersih” yang beraksi di akhir sebagai penyempurna blending (Ladies kurang mengerti? Well, tutorial menggunakan kuas ini ada di bawah, so keep reading Girls!).

 
Kuas ketujuh adalah fluffy blending brush. Kuas ini adalah kuas blending on the go saya. Jika saya bepergian, saya tidak perlu membawa banyak kuas blending, karena kuas ini mampu memblending warna transisi pada mata, kontur pada tulang pipi dan hidung, bahkan highlight pada ujung mata bagian dalam. Selain itu, kuas ini juga saya gunakan di setiap hari dan di setiap tutorial yang saya sajikan di blog ini.

 
Dari beberapa jenis kuas yang saya bahas diatas, mungkin Ladies sudah mampu mengambil kesimpulan bahwa kuas jenis apapun dapat digunakan untuk memblending eyeshadow, asalkan kuas tersebut memiliki helaian bulu yang mekar dan tidak beraturan. Nah, selanjutnya adalah mengenai cara-cara memblending. Ladies, tahu tidak, ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk membaurkan eyeshadow, tergantung tampilan riasan mata seperti apa yang akan kita inginkan.

 
Untuk tampilan sehari-hari, eyeshadow bisa dibaurkan di ujung luar mata dengan cara menggerakkan kuas secara melingkar. Untuk tampilan cut crease, kuas blending dipegang dengan jari sejajar dengan mata atau dahi, bukan sejajar dengan pipi, dan menggerakkan kuas kea rah atas, karena untuk mendapatkan tampilan eyeshadow yang membaur tapi tetap tajam. Untuk tampilan smokey, eyeshadow dibaurkan dengan menggerakkan kuas maju dan mundur hingga warnanya sedikit melebar dan menipis.

 
Pada dasarnya, untuk dapat membaurkan eyeshadow, Ladies harus menggerakkan tangan dengan ringan dan hanya membaurkan warna yang ada di ujungnya saja, sehingga didapatkan hasil pembauran yang bergradasi dari warna yang pekat ke warna yang tipis dan memudar. Hal yang sama juga berlaku jika Ladies menggunakan spons atau jari tangan untuk membaurkan eyeshadow.

 
Terakhir, saya akan memberikan tutorial mengenai cara memblending dengan menggunakan satu warna eyeshadow saja (well, ini jarang-jarang loh, karena biasanya saya menggunakan minimal 3 eyeshadow dalam satu tampilan riasan mata, hehe). Saya pikir tutorial ini berguna yaaa.. karena mungkin beberapa dari Ladies tidak memiliki waktu banyak untuk dapat mengaplikasikan lebih dari 1 warna eyeshadow tapi tetap ingin tampil seperti berdandan. Oke, kita mulai..

 
Pertama-tama, selalu aplikasikan eyeshadow primer dan biarkan meresap sekitar 20-30 detik. Selanjutnya, aplikasikan translucent powder agar eyeshadow yang akan kita aplikasikan lebih mudah dibaurkan.

20160101_184633
Kemudian dengan menggunakan classic eyeshadow brush (disini saya menggunakan kuas nomor lima), aplikasikan eyeshadow pada kelopak mata. Disini saya menggunakan eyeshadow berjenis satin berwarna mauve.

20160101_185003
Kemudian dengan menggunakan blending brush yang masih bersih (disini saya menggunakan kuas nomor enam) untuk membaurkan eyeshadow yang ada di paling ujung sehingga riasan mata saya sekarang lebih bergradasi dan seakan-akan saya menggunakan warna lain sebagai warna transisi. Disini eyeshadow warna mauve tersebut saya baurkan dan saya mendapatkan sekilas warna taupe atau kelabu di bagian yang saya baurkan, warna ini sebetulnya adalah undertone dari eyeshadow warna mauve yang saya aplikasikan di kelopak mata.

20160101_185147
Kemudian dengan menggunakan kuas eyeshadow di step ke satu, aplikasikan kembali eyeshadow di kelopak mata dan tidak sampai ke bagian yang terbaurkan agar tampilan eyeshadow terlihat lebih fresh. Disini saya kembali mengaplikasikan eyeshadow warna mauve hanya di bagian kelopak mata saja, tidak sampai ke bagian lipatan mata.

20160101_185357
Kemudian Ladies bisa berhenti disini, karena pada dasarnya riasan mata sudah selesai. Tapi bagi saya, mata tampak belum “selesai” jika tidak menggunakan eyeliner dan sedikit mascara. So, inilah dia tampilan akhir dari riasan mata dengan menggunakan satu warna eyeshadow versi saya 😛

 

20160101_185930
Yap. Sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

The Flat Eyeshadow Brush


Hai Ladies..

 
Kali ini saya mau membahas mengenai salah satu kuas mata yang cukup penting, apalagi jika Ladies menginginkan tampilan eyeshadow dengan pigmentasi maksimal. So, kita mulaiiii..

 
Kuas yang saya maksud adalah flat eyeshadow brush. Flat eyeshadow brush adalah kuas untuk mengaplikasikan makeup mata yang biasanya memiliki bentuk yang pipih dengan ujung bulu kuas yang melengkung, bulu kuasnya tertata rapi dan biasanya terbuat dari helaian sintetis atau bulu alami. Karena bentuknya yang amat familiar, maka beberapa orang menyebut flat eyeshadow brush sebagai lid brush atau eyeshadow brush (yang mana ini mungkin cukup membingungkan, karena bagi saya sebutan eyeshadow brush tidak merujuk pada kuas yang spesifik, seperti pencil brush atau detail brush).

 

brush-eyeshadow-brush-close-up-_web_.jpg
Seperti yang saya bilang diatas bahwa flat eyeshadow brush bisa jadi terdiri dari helaian sintetis dan bulu natural. Lalu apa bedanya? Flat eyeshadow brush dengan helaian sintetis biasanya lebih rapi dan lurus karena, seperti yang tadi saya sebutkan, helaiannya terbuat dari serat sintetis atau nilon. Brush jenis ini paling baik jika digunakan untuk menempelkan (jadi bukan membaurkan) eyeshadow pada kelopak mata karena sifat dari flat eyeshadow brush sintetis adalah transfer. Selain itu, dalam sekali usap biasanya brush ini “membawa” cukup banyak eyeshadow untuk diaplikasikan.

 
Helaian bulu yang sintetis, rapi, dan cenderung pendek memberikan hasil warna yang maksimal pada kelopak mata. Apalagi jika Ladies menyukai pengaplikasikan eyeshadow yang basah, maka eyeshadow brush jenis ini paling pas untuk digunakan. Selain itu, eyeshadow brush jenis ini pun paling pas digunakan untuk mengaplikasikan foiling eyeshadow (jenis eyeshadow yang terkesan basah dan memiliki pigmentasi, sparkle, dan shimmer yang luar biasa intens) cream eyeshadow, loose eyeshadow powder yang shimmery, glitter dan pigment.

 

flateyeshadow
Selain helaian sintetis, flat eyeshadow brush juga bisa jadi terdiri dari helaian bulu alami. Bulu binatang yang digunakan mungkin bervariasi, bisa jadi kambing, tupai, kuda poni, atau bulu-bulu binatang lainnya. Karena materi utamanya seperti itu, maka helaiannyapun tidak serapi flat eyeshadow brush dengan helaian sintetis dan tidak “membawa” cukup banyak eyeshadow dalam sekali usap.

 
Meski demikian, eyeshadow brush jenis ini juga memiliki keunggulannya tersendiri, yaitu kemampuannya untuk mengaplikasikan sekaligus membaurkan eyeshadow. Karena itu, eyeshadow yang pas diaplikasikan dengan menggunakan eyeshadow brush jenis ini adalah pressed atau loose eyeshadow powder yang sifatnya kering (seperti satin atau pearly) atau matte. Lalu, apakah eyeshadow brush jenis ini baik untuk mengaplikasian basah? Jawabannya adalah tidak terlalu baik, karena bulu natural yang basah justru akan “menyimpan” eyeshadow pada helaiannya, bukan mentransferkan eyeshadow pada kelopak mata.

 
Ladies, jika ingin mengetahui cara pengaplikasian basah eyeshadow dengan menggunakan flat eyeshadow brush, maka kliklah link ini. Kemudian jika ingin mengetahui cara pengaplikasian kering eyeshadow dengan menggunakan flat eyeshadow brush, maka klik link ini.

 
Oh iya, Ladies.. Kalau saya pribadi sih biasanya menggunakan flat eyeshadow brush dengan bulu sintetis untuk mengaplikasikan lipstik. Karena menurut saya lebih cepat dan lebih rapi daripada menggunakan lip brush biasa.

 
Sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

Soft Maroon Cut Crease


Hai Ladies..

 

 
Kali ini saya akan memberikan langkah-langkah membuat riasan mata yang cukup dramatis dan cocok dipakai untuk acara di malam hari. Well, sebetulnya untuk makeup, tidak ada yang namanya cocok atau tidak cocok dipakai di waktu tertentu. Jika Ladies punya waktu untuk membuatnya, kemudian kantor atau sekolah memang memperbolehkan riasan yang demikian, maka go on.. Anyway, kita mulai ya.

 

 
Pertama-tama, selalu aplikasikan eyeshadow primer agar eyeshadow yang Ladies pakai lebih tahan lama dan warnanya lebih nyata dan vibran. Lalu dengan menggunakan blending brush, aplikasikan eyeshadow warna salmon di sepanjang lipatan mata. Warna ini saya gunakan sebagai warna transisi yang pertama. Lalu dengan menggunakan blending brush yang lebih kecil, aplikasikan eyeshadow warna maroon di lipatan mata bagian luar hingga ke tengah. Saya gunakan warna ini sebagai warna transisi yang kedua.

1

 
Kemudian dengan menggunakan pencil brush, aplikasikan eyeshadow warna coklat tua-kemerahan di bagian lipatan mata. Saya menggunakan warna ini sebagai warna transisi yang ketiga. Lalu saya aplikasikan eyeliner warna putih mutiara di sepanjang kelopak mata dan mengesetnya dengan menggunakan eyeshadow warna putih mutiara hingga ke bagian ujung mata bagian dalam. Lalu dengan menggunakan angled brush, aplikasikan eyeshadow warna hitam di antara warna putih mutiara dan coklat tua-kemerahan. Lalu bawa warna hitam tersebut sedikit demi sedikit ke arah atas agar warna hitam tersebut terbaur dengan warna coklat kemerahan.

2

 
Lalu gambarkan winged liner di sepanjang garis mata atas. Lalu dengan menggunakan pencil brush, aplikasikan eyeshadow warna maroon di sepanjang kelopak mata bagian bawah. Kemudian aplikasikan eyeliner pensil warna hitam pada bagian bingkai mata lalu baurkan warnanya hingga ke bagian kelopak mata bagian bawah yang sebelumnya telah berwarna maroon. Tidak lupa untuk efek yang lebih dramatis, perpanjanglah ujung eyeliner atas sehingga meruncing di bagian ujung mata bagian dalam.

3

 
Kemudian, aplikasikan mascara pada bulu mata bagian atas dan bawah. Untuk efek yang lebih dramatis lagi, tempelkan bulu mata palsu dan selesailah riasan mata kali ini.

4

 
Yap, sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!