How To Sheen From Within


Hai Ladies..

Kali ini saya ingin membahas mengenai produk yang saya gunakan untuk membuat kulit tampak cerah dari dalam. Ya, ya.. sebetulnya cara yang alami membuat kulit cerah dari dalam adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan aktif, seperti berolahraga dan aktif bergerak, banyak makan sayur dan buah, tidur cukup, dan menerapkan cara coping yang tepat terhadap stress. Tapi disini kita bicara tentang makeup, okay? So, mari kita bahas makeup.

Salah satu cara yang saya gunakan untuk membuat kulit glowing dari dalam adalah dengan menggunakan cream highlighter. Penggunaan cream highlighter adalah cara yang instan dan menyenangkan. Karena pada dasarnya kita bisa mencampur cream highlighter dengan lotion, moisturizer, primer, atau foundation. Dengan memadukan tekstur cream highlighter dengan lotion dkk, maka kilau dari highlighter akan melting dan menyatu dengan produk yang dicampur tersebut.

Hasilnya? Jika mencampurkan cream highlighter dengan lotion maka jelas kulit tubuh kita akan terlihat lebih glowing dan sehat. Sementara jika mencampurkan cream highlighter dengan produk/skincare/makeup wajah, maka jangan lupa untuk mengesetnya dengan bedak untuk mendapatkan hasil maksimal. Mengapa? Jika tidak mengesetnya dengan bedak, maka tekstur kulit dan pori-pori kulit wajah akan lebih jelas terlihat dan pada dasarnya Ladies akan terlihat seperti Tin Man, hahahaha.. So untuk membuatnya terlihat lebih natural dan halus, Ladies harus mengesetnya dengan bedak (bisa bedak tabur, bedak padat, bronzer, blush, atau contour, intinya adalah tekstur makeup kering).

Berikut adalah cream highlighter yang saya gunakan untuk membuat kulit saya terlihat glowing, sehat, dan bahagia. Meski demikian, saya mohon maaf karena tidak bisa memberikan swatch karena saya tidak bisa menampilkan berbedaan yang signifikan saat cream highlighter ini sudah melting dan menyatu dengan kulit saya. Yang saya lihat hanya glow, sheen, dan beam yang cantik dari dalam kulit. Here we go :

Produk pertama adalah Catrice Liquid Luminizer Strobing Pen dalam shade Sleepingcatrice-liquid-luminizer-strobing-pen-010-sleeping-beautys-rose-35ml Beauty’s Rose. Ini adalah cream highlighter berwarna pale pink yang sedikit tricky jika dipakai sebagai highlighter wajah. Saya harus menggunakannya betul-betul sebagai dasar foundation. Karena jika saya mengaplikasikan di atas foundation, maka foundation saya akan bergeser dengan aneh di tempat teraplikasikannya highlighter ini. Highligher ini berbentuk pena dan cara mengeluarkan produknya adalah dengan diputar dibagian bawahnya dan produk akan keluar dari sela-sela kuas yang ada di atasnya. Saya kurang paham dengan formula yang ada di highlighter ini, tapi setiap kali saya memutar bagian bawah tersebut, maka yang keluar dari kuasnya adalah cairan mirip minyak (cairan ini yang membuar foundation saya bergeser aneh) lalu kemudian baru cream highlighter yang teksturnya cukup kasar. So, cara yang paling pintar untuk menggunakan produk pada wajah adalah dengan mengeluarkannya pada mixing pallete atau permukaan lainnya, dan mengaplikasikannnya dengan menggunakan beauty sponge. Meski demikian, produk ini cukup tahan air loh, Ladies..

081555965822Produk kedua adalah LA Girl Velvet Highlight dalam shade Radiance, yang merupakan warna light champagne yang cukup subtle dan tidak terlalu blinding. Ini adalah highlighter dengan bentuk stick yang amat mudah digunakan baik sebelum maupun setelah foundation. Teksturnya yang cukup kering membuat highlighter ini mudah dibaurkan di atas tekstur bedak.

Produk selanjutnya adalah Face Recipe Contour Stick Highlight dalam shade Medium. Ini adalahIMG_6537 dua produk dalam satu kemasan. Amat handy, karena terdiri dari contour stick di bagian atas dan cream highlighter di bagian bawah. Warna highlighternya dalam shade Medium adalah pale champagne. Menurut saya highlighter ini pun lumayan tricky, karena aplikatornya cukup sulit menjangkau banyak  cream highlighter dalam satu waktu, sementara formula produknya sendiri yang cukup cepat mengering. Saat sudah kering, highlighter ini sulit dibaurkan. Sehingga cara yang pintar untuk menggunakan produk ini adalah dengan mengocok hingga cream highlighter turun terlebih dahulu ke dekat mulut botol (so, Ladies tidak perlu dua kali menjangkau produk) dan setelah diaplikasikan, segeralah membaurkannya sebelum kering.

l.a-girl-highlighterProduk keempat adalah LA Girl Pro Conceal HD dalam shade Highlighter. Ini merupakan satu-satunya highlighter yang nyasar di seri concealer dari LA Girl. Highligher ini berwarna white pearl. Hal yang saya sukai dari highlighter ini adalah tampilan akhirnya yang halus dan hanya terdiri dari full sheen saja, sehingga tampak begitu natural. Karena warnanya yang amat pucat, saya lebih suka membaurkan highlighter ini dengan primer, sehingga kepucatannya berkurang dengan teraplikasinya foundation, blush, dan sebagainya di atasnya.F-0022_New_Square

Selanjutnya adalah City Color Glowing Complexion Illuminating Cream dalam shade Universal. Ini adalah warna warm champagne. Saya lebih suka memadukan produk ini dengan lotion dan membaurkannya di lengan dan kaki saya karena formulanya yang cepat menyerap, produknya yang banyak dalam satu tube, dan warnanya yang cocok dengan dengan kulit saya yang sawo matang terang (?!).

Maybelline-Master-Strobing-Cream-Highlighter-Pink-Review2-e1518887573257Cream highlighter terakhir yang akan saya bahas disini adalah Maybelline Master Strobing Cream dalam shade Pink. Ini adalah warna super pale pink yang cukup blinding. Sama seperti produk keempat, saya lebih suka menjadikan produk ini sebagai dasar sebelum memakai foundation. Tapi juga berbeda dengan produk keempat, saya hanya memakai cream highlighter ini di bagian pipi dan tulang pipi saja. Mengapa? Karena warnanya yang pink dan memiliki cool undertone, tidak begitu cocok jika digunakan di seluruh permukaan wajah.

So yeah, itulah cara saya untuk mendapatkan kulit yang tampak berkilau dari dalam. Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

Advertisements

More Color Names


Oke, Ladies.. Sepertinya saya butuh suatu acuan baru untuk bisa mendeskripsikan warna dengan lebih baik. Dan akhirnya saya dapat!! Salah satu postingan di alamat situs ini memberikan saya suatu pencerahan dan tambahan pengetahuan dalam mendeskripsikan warna. Enjoy..

http://www.color-blindness.com/color-name-hue/

Smoother and Finer Smokey Eyes


Hai Ladies..

OMG!! Sebulan aja saya ga nulis blog, dan itu sesuatu banget! Waktu terlama saya ga ngeblog dan hal itu ngangenin banget, hehehe.. Anyway, kali ini saya kembali dan saya mau berbagi tutorial riasan mata.

 

 

Well, sebetulnya saya udah sering banget membahas mengenai smokey eyes. Tutorialnya ada seabreg (dan mungkin akan bertambah di masa-masa yang akan datang). So, apa perbedaan smokey eyes yang akan saya bahas kali ini dengan smokey eyes yang sudah saya bahas sebelum-sebelumnya? Menurut saya, smokey eyes kali ini memiliki teknik yang lebih smooth dan tampilan yang lebih wearable. Penasaran? Here we go!

 

 

Oke, pertama-tama, aplikasikan eyeshadow base diseluruh bagian kelopak mata hingga ke tulang alis. Lalu biarkan meresap sekitar 30 detik kemudian set menggunakan translucent powder. Fungsi dari pengesetan ini adalah agar eyeshadow yang akan dipakai selanjutnya lebih mudah untuk dibaurkan.

20160410_193632

 

 

Lalu, dengan menggunakan fluffly blending brush, aplikasikan eyeshadow warna sepia di bagian atas lipatan mata sebagai warna transisi yang pertama. Apa itu warna sepia? Warna sepia pada dasarnya adalah warna cokelat muda dan sedikit mauve namun dengan warm undertone. Cara mengaplikasikan eyeshadow ini  adalah dengan menggerakann kuas kedepan dengan kebelakang dengan mata yang terbuka, sehingga Ladies bisa melihat sejauh mana eyeshadow ini terbaur.

20160410_193828

 

 

Kemudian dengan menggunakan fluffy blending brush yang ukurannya lebih kecil, aplikasikan eyeshadow warna sienna di bagian yang sama sebagai warna transisi yang kedua. Apa itu warna sienna? Sienna pada dasarnya adalah warna cokelat kekuningan, warna ini bisa tampak lebih kuning di satu orang dan lebih oranye di orang yang lain. Jika saya yang memakai, warna sienna ini tampak lebih gelap dan berwarna oranye. Saat membaurkan eyeshadow ini, usahakan agar area pembaurannya tidak melebihi warna transisi yang pertama agar betul-betul terlihat gradasi warnanya.

20160410_194007

 

 

Selanjutnya dengan menggunakan fluffy bending brush yang lebih kecil lagi, aplikasikan warna cinnamon  di bagian luar lipatan mata sebaga warna transisi yang ketiga sekaligus untuk memberikan kesan dalam pada mata. Apa itu warna cinnamon? Jika Ladies pernah melihat warna kayu manis, maka itulah warna cinnamon. Perlu diperhatikan agar membaurkan warna ini hanya di bagian ujung luar lipatan mata saja untuk memberikan kesan mata menyerupai bentuk almond. Sampai tahap ini, dasar-dasar smokey eyes telah selesai. Pada intinya, dalam membuat smokey eyes Ladies perlu membangun warna untuk memberikan kesan kedalaman dan highlight yang tepat.

20160410_19415820160410_194203

 

 

Lalu dengan menggunakan flat brush, aplikasikan eyeshadow warna coffee dengan finish shimmery pada seluruh kelopak mata. Warna coffee yang saya maksud disini adalah warna biji kopi yang kecokelatan, bukan warna air kopi yang kehitaman ya. Dalam mengaplikasikan eyeshadow ini Ladies bisa juga dengan menggunakan aplikasi basah, yaitu menyemprot dikit air kepada kuas, sebelum mengambil eyeshadow yang dimaksud untuk mendapatkan efek shimmery yang lebih kuat dan intens.

20160410_194428 20160410_194431

 

 

Kemudian gambarkan winged eyeliner di sepanjang garis mata atas. Cara pengaplikasiannya bisa dilihat di link ini. Selanjutnya, dengan menggunakan pencil brush, aplikasikan eyeshadow warna cinnamon di sepanjang kelopak mata bawah untuk memberikan efek smokey yang lebih kuat. Dalam mengaplikasikan eyeshadow ini harap Ladies tetap membangun warnanya dengan cara sedikit-sedikit, agar tidak terlalu over.

20160410_194908 20160410_195103

 

 

Lalu dengan menggunakan pencil brush yang lain, aplikasikan eyeshadow warna light gold atau emas muda/terang di bagian ujung mata bagian dalam. Fungsi dari pengaplikasian ini adalah sebagai highlight dan agar mata terlihat lebih cerah dan terbuka. Baurkan highlight tersebut ke bagian atas dan bawah agar terlihat lebih natural dan well done. Selanjutnya, aplikasikan mascara di bulu mata atas dan bawah. Sampai disini, jika Ladies merasa cukup, maka tampilan smokey eyesnya telah selesai.

20160410_195506 20160410_195714

 

 

Namun jika Ladies merasa belum cukup, bisa tambahkan bulu mata palsu untuk memberikan efek smokey yang maksimal. Untuk diperhatikan, bahwa menggunakan bentuk bulu mata yang berbeda akan memberikan hasil mata yang berbeda. Untuk tampilan smokey, gunakanlah bentuk mulu mata yang seperti sayap (helaian luar yang memanjang).

20160410_201016 20160410_201019

 

 

Nah, sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

 

PS: tutorial mengenai smokey eyes yang lain bisa dilihat di :

https://hasgoodlook.com/2016/02/08/sultry-bronzy-smokey-look/

https://hasgoodlook.com/2016/01/26/taupe-smokey-eyes/

https://hasgoodlook.com/2016/01/17/dark-bronze-smokey-eyes/

https://hasgoodlook.com/2015/06/07/sparkling-halo-smokey-eyes/

https://hasgoodlook.com/2015/05/22/how-to-classic-smokey-eyes/

https://hasgoodlook.com/2015/03/20/my-signature-smokey-eyes-look/

https://hasgoodlook.com/2015/01/27/electric-blue-smokey-eyes/

https://hasgoodlook.com/2015/01/20/pearly-black-smokey-eyes/

https://hasgoodlook.com/2015/01/19/grey-smokey-eyes/

 

I Am Happy Than Ever! (Konfession Part II)


Hai Ladies..

 

 

 

Kali ini saya mau share pengalaman dan mungkin berakhir pada review beberapa produk yang mengagumkan, yaitu bumbu dapur!! Hohohohohoho..

 

 

IMG_1182

Oke, saya mau cerita dari awal, anggaplah curhat colongan, terserah. Sekitar satu tahun yang lalu, saya mengalami stress yang berakibat siklus bulanan saya jadi rada ga beres. Setelah saya konsultasikan ke dokter, saya diberi obat hormon untuk memperbaiki siklus tersebut. Singkat cerita, akibat dari obat hormon tersebut, berat badan saya jadi tidak terkendali (dan sesungguhnya saya makin stress karena hal ini!). Yang paling parah, berat badan saya mencapai 85 kilogram (foto samping. Oke, disini saya terlihat super happy, padahal tadi saya bilang bahwa saya sedang stres ya? hehehe) dan hampir seluruh baju yang saya miliki di lemari tidak muat.

 

 

 

Akhirnya, pada bulan September saya memutuskan untuk menjadi member di gymnasium dekat rumah. Saya berkonsultasi dengan personal trainer saya dan akhirnya saya mengetahui apa yang belum saya ketahui mengenai sistem metabolisme dan banyaknya lemak tidak berguna yang ada di tubuh saya.

 

 

 

Oke, peristiwa ini cukup memutarbalikkan hidup saya. Lebay? Eh engga loh… Semenjak hari itu saya mulai berolahraga dengan rutin, tiga kali dalam seminggu, plus satu sampai dua kali di tempat lain, misalnya rumah atau kantor. Selain itu, saya juga memutuskan untuk tidak lagi mengkonsumsi karbohidrat dan lemak secara gila-gilaan. Ya! Saya memutuskan untuk stop makan nasi, gorengan, minyak, gula, garam, dan soda. Saya tidak begitu merasa sulit untuk lepas dari semua itu, karena pada dasarnya saya menyukai makanan yang semi-plain dan tidak terlalu suka mencampur terlalu banyak makanan atau bumbu dalam satu kali makan.

 

 

 

Meski demikian, saya makan dengan banyak! Jika dahulu saya hanya makan maksimal tiga kali sehari. Maka sekarang saya makan maksimal enam kali sehari dengan pola : sarapan, snack, makan siang, snack, makan malam, snack. Bedanya, makanan yang saya makan lebih sehat karena terdiri dari buah, sayur, dan seabreg protein nabati yang lemaknya saya buang.

 

 

 

Bingung? Saya beri contoh pola makan saya yang 6 kali sehari itu ya..

  • Setiap bangun tidur, selalu saya awali dengan minum air putih 1 gelas @500ml
  • Sarapan : smoothie (biasanya saya blend pisang dengan susu kedelai) atau jus semangka dan timun yang saya blender tanpa tambahan air lagi. Hanya minum ini saja membuat perut saya terasa kenyang.
  • Snack 1 : snack yang dibakar (menunya saya bahas lain kali) atau buah-buahan ringan, seperti jeruk, anggur, atau berry.
  • Makan siang : ikan atau ayam atau daging dan beberapa jenis sayuran yang saya tumis atau rebus, atau kukus (menu menyusul).
  • Snack 2 : buah-buahan berat, seperti pisang, apel, atau papaya, yang dipotong atau dipanggang.
  • Makan malam : biasanya saya berhenti makan di snack 2, tapi kalau seandainya saya lapar banget, saya membuat bubur oat dengan buah atau sayuran manis seperti wortel atau jagung.
  • Snack 3 : makan malam aja biasanya saya skip, apalagi snack malam.
  • Menjelang tidur, saya selalu minum air lagi sebanyak 1 gelas @500ml
  • Well, sebetulnya saya minum air tidak hanya dua kali sehari (awal bangun dan menjelang tidur) saja, tapi lebih dari itu.

 

 

Efek dari pola makan (dan olahraga) yang seperti itu adalah berat badan saya berangsur-angsur turun. Enam bulan semenjak itu, bulan Maret kemarin, saya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 15 kilo. Ini merupakan capaian, tapi belum goal saya, karena saya ingin menurunkan sekitar 15 kilo lagi, hehehe.

 

 

 

Nah, baik lagi ke masalah makanan, lama kelamaan saya merasa bosan memakan makanan yang tidak berbumbu. Ditambah lagi proses memasak yang terbatas pada rebus, kukus, dan panggang membuat acara makan jadi tidak seasyik dulu (ya makanan yang dipanggang memang asyik, tapi kan sebetulnya lebih asyik makanan yang “kriuuk” karena digoreng, kan?).

 

 

 

Maka saya mencari bumbu yang dapat membuat makanan sehat saya tetap sehat namun lebih “berasa”. Akhirnya…

 

 

 

(bersambung)

L’oreal Super Liner V-Sculptor : Review and Swatch


Hai Ladies..

 

 

 

Kali ini saya mau mereview salah satu eyeshadow yang nyaman banget diajak “jalan”. Jadi gini, beberapa minggu yang lalu saya iseng membeli eyeshadow ini, namun pada dasarnya saya kurang yakin dengan performanya. Kemudian ketika saya pergi ke luar kota, saya bawa eyeshadow ini dan saya cukup senang dengan tampilannya. Penasaran? Yuuu, mari kita mulai bahas.

 

P030101090_l.jpg

 

Eyeshadow yang saya maksud adalah L’oreal Super Liner V-Sculptor. Jadi walaupun serinya Super Liner, ini adalah eyeshadow dan bukan eyeliner. Eyeshadow ini berbentuk cushion, dimana aplikatornya adalah busa yang empuk dan bentuknya meruncing, dan eyeshadownya sendiri ada di bagian tutupnya. Jadi saat aplikatornya ditutup, otomatis warna eyeshadownya menempel. Masih bingung? Well, inget bentuk Maybelline Fashion Brow Duo Shaper? Nah, eyeshadow ini mirip seperti itu bentuknya (eh, reviewnya ada disini, btw :P).

 

 

 

Bentuk aplikatornya yang meruncing membantu untuk membaurkan dan menambah dimensi pada mata, sehingga riasan tampak lebih smooth namun (mungkin) lebih dramatis. Eyeshadow ini terdiri dari empat shade yang wearable, yaitu black, bronze, brown, dan burgundy. Namun, seperti biasa, yang akan saya swatch hanya dua saja, yaitu brown dan burgundy.

 

 

 

Shade yang pertama adalah Magnifying Brown. Ini adalah eyeshadow dengan duo chrome finish, dimana warna aslinya adalah brunette dan frost-nya berwarna mocha. Selain itu, eyeshadow ini memiliki reflect warna gold, yang semakin terlihat jika dibaurkan. Pada gambar dibawah ini, saya hanya memakai eyeshadow shade ini saja. Namun saya membaurkan ujung-ujungnya, untuk menciptakan warna transisi dengan menggunakan blending brush.

super liner v-sculptor magnifying brown

 

 

Shade selanjutnya adalah Up-Winging Burgundy. Ini adalah warna burgundy (merah keunguan), tapi disini saya lebih banyak melihat warna ungu sangria. Eyeshadow ini memiliki satin finish dengan reflect yang cukup halus berwarna burgundy. Sama seperti gambar sebelumnya, dimana saya membaurkan ujung-ujung eyeshadow untuk menciptakan warna transisi dengan menggunakan blending brush.

super liner v-sculptor up-winging burgundy

 

 

Pada dasarnya, tekstur dari eyeshadow ini adalah gel to powder. Hal itu berarti bentuk pertama adalah semi basah menyerupai gel yang dipadatkan, namun setelah diaplikasikan di kulit, teksturnya berubah jadi powder. Oleh karena itu, eyeshadow ini amat mudah dibaurkan. Tapi, meskipun demikian, ditambah aplikator yang dirancang untuk mampu membaurkan eyeshadow, tapi untuk saya, tetap saja penggunaan blending brush adalah yang utama dalam menciptakan warna transisi.

 

 

 

Selain itu, meskipun eyeshadow ini tergolong praktis dan efisien, tetap saja Ladies memerlukan eyeshadow primer agar eyeshadow ini bisa tahan seharian. Menurut pengalaman saya, eyeshadow ini menggumpal jika dipakai dalam jangka waktu yang lama dan tanpa eyeshadow primer apapun. Hal itu juga mungkin terjadi pada Ladies, terutama Ladies yang memiliki kulit yang berminyak seperti saya.

 

 

 

Yap, sekian review kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

Powder Power!


Hai Ladies..

 

 

 

Pastinya Ladies tau dong apa itu bedak atau powder. Semua Ladies, mau yang suka dandan atau yang bener-bener cuek, minimal pernah pakai bedak di wajahnya satu kali dalam hidupnya, betul ga? Nah, seiring dengan perkembangan di industri kosmetik, jenis bedak pun jadi bermacam-macam. Jika dulu kita hanya tau bedak tabur dan bedak padat saja, nah sekarang variannya bertambah banyak. Selain itu fungsi, teknik pengaplikasian, teksturnya pun semakin marak. Well, kali ini saya akan membahas mengenai berbagai jenis bedak dan fungsinya pada umumnya. Sooo, kita mulai aja yaa..

 

 

powders

Pertama, apa itu bedak? Menurut saya, bedak adalah salah satu jenis kosmetik yang multi fungsi, karena bisa dipakai untuk mengeset foundation, sebagai dasar dalam mengaplikasikan contour, bronzer, highlight, dan blush yang bertekstur padat, sebagai kosmetik yang dipakai begitu saja, tanpa tambahan kosmetik yang lain, merupakan produk untuk membuat wajah bebas kilap, mampu membuat eyeshadow yang digunakan lebih terbaur, sebagai produk yang dapat membantu menetralkan blush on atau contour yang terlalu tajam, membuat lipstik yang memiliki tekstur creamy menjadi matte, sebagai pengganti sampo kering, membantu dalam mengurai dan membuat sasakan rambut lebih mudah, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak fungsi yang saya sebutkan tadi, sudah pasti bedak merupakan barang penting dan wajib ada di setiap tas kosmetik atau meja rias Ladies.

 

 

 

Sekarang kita beralih ke jenis pertama dari bedak/powder, yaitu loose powder (bedak tabur) dan compact powder (bedak padat). Dahulu, ada orang yang bilang gini : pakai dulu yang tabur, lalu yang padat. Sekarang : pakai yang mana aja terserah, karena tabur atau padat adalah teksturnya, yang lebih penting adalah formula yang terkandung di dalamnya. Tapi, bedak tabur dan bedak padat itu apa sih?

 

TranslucentFacePowder1-600x600

 

Bedak tabur biasanya dikemas dalam tabung, botol, atau stoples kecil. Bedak ini memiliki konsistensi yang amat halus, partikel yang amat kecil, dan biasanya memiliki daya cover yang cukup tipis. Selain itu, biasanya bedak tabur itu mudah berantakan. Oleh karena itu, pemakaian bedak tabur adalah di rumah dan tidak diperuntukan untuk dibawa kemana-mana (walaupun bisa aja sih, resiko tanggung sendiri).

 

5867704_B_V166

 

Sedangkan bedak padat biasanya dibuat dengan cara ditekan sehingga bentuknya menjadi padat dan dikemas dalam tempat yang sesuai dengan bentuknya. Bedak ini biasanya mengandung partikel yang lebih besar dan pemakaian yang terlalu banyak/tebal membuat tampilan wajah jadi lebih “berat” a.k.a menor. Jadi memang perlu berhati-hati dalam pengaplikasian bedak padat. Karena bedak ini tidak seberantakan bedak tabur, maka bedak ini cocok dibawa kemana-mana dan untuk touch-up saat dibutuhkan.

 

10664494-1415785802-604074

 

Lalu ada yang disebut translucent powder dan tinted powder, apakah gerangan? Translucent powder adalah jenis bedak yang memiliki tampilan akhir yang transparan. Seperti namanya : translucent, yang artinya tembus cahaya, pemakaian bedak translucent tidak membuat warna kulit menjadi lebih cerah atau lebih gelap, tapi sesuai dengan warna kulit asli atau warna foundation yang ada di bawahnya.

 

tumblr_inline_mh5k5eqBNA1qdetvy

 

Sedangkan tinted powder adalah jenis bedak yang memiliki sedikit warna di dalamnya. Seperti yang banyak dijual di Indonesia, dimana bedak memiliki warna dengan pink, yellow atau neutral undertone, yang mampu membuat warna kulit menjadi lebih cerah atau gelap. Itu merupakan contoh dari tinted powder. Saya biasanya memakai tinted powder untuk menyeimbangkan warna foundation yang ada di bawahnya : jika foundation terlalu terang, maka tinted powdernya lebih gelap, atau sebaliknya.

 

laura-marcier-powder

 

Selanjutnya, ada istilah setting powder dan finishing powder, lalu apa bedanya? Setting powder biasanya adalah bedak tabur atau bedak padat biasa yang baik formula maupun daya covernya ringan dan mampu membuat wajah bebas kilap. Setting powder berguna untuk mengeset foundation/concealer/bb/cc cream yang telah diaplikasikan sebelumnya agar tidak bergeser atau meleleh.

 

 

2254920

Kemudian finishing powder, adalah, seperti namanya, dipakai di akhir pengaplikasian makeup (atau minimal, dipakai setelah pemakaian setting powder). Gunanya adalah untuk membuat tampilan jadi lebih halus, pori terlihat lebih kecil, garis-garis halus wajah jadi lebih tidak kentara, dan membuat tampialn keseluruhan jadi ekstra sempurna. Memang, penggunaan finishing powder ini bisa jadi tidak di setiap hari, karena ribet dan tampak wajah kita menggunakan terlalu banyak lapisan. Tapi jika Ladies ingin hasil foto atau videonya bagus, maka penggunaan finishing powder membuat hal tersebut jadi lebih mungkin. Salah satu contoh finishing powder adalah HD powder yang memang berfungsi untuk membuat wajah tampak high definition tapi tetap terlihat halus.

 

 

Foundation-powder-face-mineral-makeup-shade-medium-skin

Terakhir adalah powder foundation. Nah, bedak jenis ini adalah foundation namun berbentuk bedak. Bedak ini seperti tinted powder namun memiliki daya cover yang lebih tinggi, sehingga Ladies bisa jadi tidak perlu menggunakan cream/liquid foundation terlebih dahulu. Powder foundation sendiri bisa jadi terdiri dari tekstur loose dan compact, dan fomula biasa atau mineral. Saya pribadi biasanya menggunakan powder foundation jika sedang malas berlama-lama berdandan atau ingin tampilan terpoles namun dengan waktu yang cukup singkat.

 

 

Sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

Blend, blend, and BLEND!! How To and Ultra Simple Look Tutorial


Hai, Ladies..

 
Hari ini saya lagi menggebu-gebu karena semangat tahun baru. Selain itu saya juga punya banyak rencana untuk tahun ini, tapi pertama-tama saya mau nulis blog dulu, hehehe.. Postingan ini adalah mengenai blending. Jika Ladies mengikuti tulisan saya, mungkin Ladies tahu bahwa saya tidak pernah melupakan step blending atau membaurkan dalam membuat riasan mata atau wajah. So, step blending kali ini adalah untuk riasan mata terlebih dahulu yaa..

 
Nah, sebelum saya masuk ke langkah-langkah, saya mau mengulas kembali mengapa kita perlu memblending makeup kita. Sebetulnya ada beberapa alasan, yang paling utama adalah agar makeup kita terlihat halus dan tidak terlihat seperti berbercak. Alasan lainnya adalah semakin kita membaurkan makeup, semakin hasilnya terlihat natural karena membuat makeup seakan menyatu dengan warna dan rona kulit dan kontur alami wajah kita. Alasan selanjutnya adalah justru dengan membaurkan makeup, struktur wajah kita akan terlihat lebih berdimensi dan terkesan 3D, sehingga makeup yang kita pakai seakan tidak terlihat (alasan yang ketiga ini berkaitan juga dengan alasan nomor dua).

 
Berikut ini saya perlihatkan perbedaan kesan yang terlihat dari dua foto dengan makeup mata yang terbaur dan tidak terbaur. Menurut Ladies, mana yang lebih baik? Pada kedua foto dibawah ini saya hanya menggunakan satu warna eyeshadow saja, yaitu mauve. Tapi untuk foto yang ada di sebelah kiri, saya hanya mengaplikasikan eyeshadow pada kelopak mata saja. Sedangkan pada foto yang ada di sebelah kanan, saya membaurkan sisi-sisi atau bagian paling luar eyeshadow, sehingga warna eyeshadow memudar dan bergradasi dengan warna kulit saya.

blend
Dari foto diatas, menurut saya, foto dengan makeup mata yang terbaur terlihat lebih baik daripada makeup mata yang tidak terbaur. Selain itu, saya juga punya koleksi foto lain, dimana salah satu foto saya ambil satu tahun yang lalu (atas), dan foto lainnya saya ambil sekitar satu bulan yang lalu (bawah). Jelas terlihat bahwa blending adalah skill yang dapat ditingkatkan seiring dengan banyaknya latihan. Pada foto satu tahun yang lalu, saya memblending eyeshadow dalam riasan mata saya. Tapi tampaknya jika dibandingkan dengan foto yang saya ambil sebulan yang lalu, nampaknya kemampuan saya dalam memblending eyeshadow cukup meningkat, huwahahahahah.. Intinya, Ladies, teruslah berlatih agar apa yang kita latih dapat membuahkan hasil yang lebih baik (ini efek tahun baru, saya jadi sok bijak, LOL).

neutral cut crease with purple tone

lembayung senja
Pada dasarnya, Ladies, semua jenis kuas makeup mata, spons, atau jari tangan kita bisa dipakai untuk memblending, asalkan kita tahu caranya. Menurut saya, cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan kuas makeup mata khusus untuk memblending, walaupun sebetulnya kuas lain seperti angled brush atau smudge brush juga bisa dipakai untuk memblend eyeshadow tapi kita bahas itu lain waktu. Anyway, berikut ini adalah beberapa blending brush yang paling sering saya pakai untuk membaurkan eyeshadow, kita bahas satu persatu yaa..

20160101_190908
Kuas yang pertama adalah fluffy angled brush. Oke, Ladies mungkin tidak bisa melihat secara jelas karena kualitas dan posisi kuas dalam foto yang jelek banget, huhu.. Tapi kuas jenis ini bagus untuk membaurkan eyeshadow di ujung mata untuk mendaparkan tampilan smokey cat eyes atau smokey eyeliner.

 
Kuas yang kedua adalah round tapered brush. Kuas ini mirip seperti pencil brush namun dengan ukuran yang lebih besar dan ujung yang tidak terlalu lancip. Kuas jenis ini bagus untuk membaurkan eyeshadow pada tempat yang detail seperti highlight di ujung mata bagian dalam atau untuk membaurkan warna transisi yang paling gelap (penjelasan ini aneh, I know, tapi kapan-kapan saya jelaskan dengan lebih detail).

 
Kuas ketiga adalah big fluffy blending brush. Kuas ini adalah blending brush yang sesungguhnya, helaian bulunya yang banyak dan tidak beraturan mempermudah pengalaman memblending eyeshadow. Kuas ini memiliki bentuk yang besar sehingga bagus untuk membaurkan warna transisi yang paling terang.

 
Kuas keempat adalah duo fiber eyebrush. Kuas ini memiliki dua jenis bulu dan hasil pembauran menggunakan kuas ini seperti airbrush. Karena bentuk helaian kuasnya yang panjang dan ramping, maka kuas ini bagus digunakan untuk membaurkan eyeshadow pada bagian lipatan mata.

 
Kuas kelima adalah fluffy eyeshadow brush. Kuas ini sebetulnya tidak selalu digunakan untuk membaurkan eyeshadow karena jenisnya yang merupakan flat (kuas gepeng). Tapi karena bentuk bulunya yang lebar dan gepeng, dan helaiannya yang tidak rapi, menurut pengalaman saya, kuas ini terbilang cocok dipakai untuk membaurkan eyeshadow pada bagian lipatan mata.

 
Kuas keenam adalah juga fluffy eyeshadow brush namun dalam jenis yang tidak terlalu flat. Kuas ini biasanya saya gunakan sebagai kuas “bersih” yang beraksi di akhir sebagai penyempurna blending (Ladies kurang mengerti? Well, tutorial menggunakan kuas ini ada di bawah, so keep reading Girls!).

 
Kuas ketujuh adalah fluffy blending brush. Kuas ini adalah kuas blending on the go saya. Jika saya bepergian, saya tidak perlu membawa banyak kuas blending, karena kuas ini mampu memblending warna transisi pada mata, kontur pada tulang pipi dan hidung, bahkan highlight pada ujung mata bagian dalam. Selain itu, kuas ini juga saya gunakan di setiap hari dan di setiap tutorial yang saya sajikan di blog ini.

 
Dari beberapa jenis kuas yang saya bahas diatas, mungkin Ladies sudah mampu mengambil kesimpulan bahwa kuas jenis apapun dapat digunakan untuk memblending eyeshadow, asalkan kuas tersebut memiliki helaian bulu yang mekar dan tidak beraturan. Nah, selanjutnya adalah mengenai cara-cara memblending. Ladies, tahu tidak, ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk membaurkan eyeshadow, tergantung tampilan riasan mata seperti apa yang akan kita inginkan.

 
Untuk tampilan sehari-hari, eyeshadow bisa dibaurkan di ujung luar mata dengan cara menggerakkan kuas secara melingkar. Untuk tampilan cut crease, kuas blending dipegang dengan jari sejajar dengan mata atau dahi, bukan sejajar dengan pipi, dan menggerakkan kuas kea rah atas, karena untuk mendapatkan tampilan eyeshadow yang membaur tapi tetap tajam. Untuk tampilan smokey, eyeshadow dibaurkan dengan menggerakkan kuas maju dan mundur hingga warnanya sedikit melebar dan menipis.

 
Pada dasarnya, untuk dapat membaurkan eyeshadow, Ladies harus menggerakkan tangan dengan ringan dan hanya membaurkan warna yang ada di ujungnya saja, sehingga didapatkan hasil pembauran yang bergradasi dari warna yang pekat ke warna yang tipis dan memudar. Hal yang sama juga berlaku jika Ladies menggunakan spons atau jari tangan untuk membaurkan eyeshadow.

 
Terakhir, saya akan memberikan tutorial mengenai cara memblending dengan menggunakan satu warna eyeshadow saja (well, ini jarang-jarang loh, karena biasanya saya menggunakan minimal 3 eyeshadow dalam satu tampilan riasan mata, hehe). Saya pikir tutorial ini berguna yaaa.. karena mungkin beberapa dari Ladies tidak memiliki waktu banyak untuk dapat mengaplikasikan lebih dari 1 warna eyeshadow tapi tetap ingin tampil seperti berdandan. Oke, kita mulai..

 
Pertama-tama, selalu aplikasikan eyeshadow primer dan biarkan meresap sekitar 20-30 detik. Selanjutnya, aplikasikan translucent powder agar eyeshadow yang akan kita aplikasikan lebih mudah dibaurkan.

20160101_184633
Kemudian dengan menggunakan classic eyeshadow brush (disini saya menggunakan kuas nomor lima), aplikasikan eyeshadow pada kelopak mata. Disini saya menggunakan eyeshadow berjenis satin berwarna mauve.

20160101_185003
Kemudian dengan menggunakan blending brush yang masih bersih (disini saya menggunakan kuas nomor enam) untuk membaurkan eyeshadow yang ada di paling ujung sehingga riasan mata saya sekarang lebih bergradasi dan seakan-akan saya menggunakan warna lain sebagai warna transisi. Disini eyeshadow warna mauve tersebut saya baurkan dan saya mendapatkan sekilas warna taupe atau kelabu di bagian yang saya baurkan, warna ini sebetulnya adalah undertone dari eyeshadow warna mauve yang saya aplikasikan di kelopak mata.

20160101_185147
Kemudian dengan menggunakan kuas eyeshadow di step ke satu, aplikasikan kembali eyeshadow di kelopak mata dan tidak sampai ke bagian yang terbaurkan agar tampilan eyeshadow terlihat lebih fresh. Disini saya kembali mengaplikasikan eyeshadow warna mauve hanya di bagian kelopak mata saja, tidak sampai ke bagian lipatan mata.

20160101_185357
Kemudian Ladies bisa berhenti disini, karena pada dasarnya riasan mata sudah selesai. Tapi bagi saya, mata tampak belum “selesai” jika tidak menggunakan eyeliner dan sedikit mascara. So, inilah dia tampilan akhir dari riasan mata dengan menggunakan satu warna eyeshadow versi saya 😛

 

20160101_185930
Yap. Sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!