Posted in Beauty Product, Decorative, Eyes, Makeup, Pictorial, Tutorial, Uncategorized

Pretty in Pink


Hai Ladies..

Asli deh, lama banget saya gak update di blog ini.

Anyway, kali ini saya akan memberikan tutorial singkat untuk tampilan eyeshadow dengan warna yang cukup berani : PINK!

Well, kita mulai yah..

Pertama-tama, seperti biasa, kita aplikasikan dahulu eyeshadow primer agar eyeshadow yang akan kita pakai nanti terlihat lebih nyata dan berpigmentasi bagus. Kali ini saya menggunakan eyeshadow primer sekaligus eyeshadow base dengan warna putih agar warna pink yang saya gunakan nanti akan semakin kontras terlihat.

IMG_20170528_041950

Untuk warna transisi pertama saya akan menggunakan warna baby pink di daerah lipatan mata. Saya menggunakan blending brush yang berhelai terkesan kusut agar warna baby pink yang saya aplikasikan terlihat terbaur luas dan lebih halus.

IMG_20170528_042432

Selanjutnya, saya mengaplikasikan warna mauve di daerah yang sama namun dengan menggunakan blending brush yang lebih kecil. Hal ini saya lakukan agar semakin jelas terlihat transisi warna dari gelap ke terang.

IMG_20170528_042703

Selanjutnya adalah bagian yang paling fun, dengan menggunakan eyeshadow brush sintetis, saya mengaplikasikan warna fuschia di kelopak mata. Kemudian saya membaurkan warna tersebut dengan warna-warna eyeshadow yang telah ada sebelumnya.

IMG_20170528_042848

 

Untuk lebih memperjelas bentuk mata dan sekaligus membuat tampilan riasan mata lebih dramatis, saya gambarkan winged eyeliner di garis mata bagian atas. Untuk menambah kesan mata almond, saya melakukan teknik tightlining di bingkai mata bagian atas. So, voila! Eyeliner saya terlihat lebih tebal tanpa benar-benar menggambarkan garis mata yang tebal (ah, you know what i mean..).

IMG_20170528_043559

Kemudian, untuk menyeimbangkan tampilan kelopak mata atas, saya mengaplikasikan eyeshadow warna fuschia di bagian kelopak mata bawah dengan menggunakan pencil brush. Tidak lupa, untuk menampilkan kesan mata lebih cerah, saya aplikasikan eyeliner warna nude di bagian bingkai mata bagian bawah.

IMG_20170528_043930

Terakhir, saya aplikasikan mascara di bagian atas dan bawah untuk benar-benar “membuka” mata saya dan membuatnya terlihat lebih besar.

IMG_20170528_044620

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

Advertisements
Posted in Beauty Product, Decorative, Eyes, Makeup, Pictorial, Review, Swatch, Tutorial

L’oreal Color Riche Monos Eyeshadow : Review and Swatch


Hai Ladies..

Kali ini saya akan mereview salah satu eyeshadow yang cukup sering saya pakai di satu-dua bulan terakhir. So, mari kita mulai!

Eyeshadow yang saya maksud adalah L’oreal Colour Riche Monos Eyeshadow. Seri single shadow dari Color Riche ini terdiri dari 15 warna eyeshadow yang bervariasi tampilan akhir dan teksturnya. Warna-warna dari eyeshadow seri ini tergolong wearable dan kalem. Memang ada beberapa warna yang eye-catching, tapi menurut saya warna tersebut masih oke dipakai di acara apapun.

Eyeshadow ini cukup menarik dan menarik karena menurut saya memiliki beberapa kelebihan yakni tekstur yang lembut dan amat buttery, sehingga bisa lebih mudah diaplikasikan karena tidak menghasilkan serpihan-serpihan bubuk. Selain itu, eyeshadow ini memiliki pigmentasi yang cukup baik dan bisa dibangun layer demi layer  dan mudah untuk diblend sehingga tampilan eyeshadow lebih natural. Hal yang paling unik adalah bahwa eyeshadow ini diklaim dibuat dengan menggunakan teknologi gel.

Shade yang akan saya swatch kali ii hanya ada 2 yaitu :

  1. Cafe Au Lait, ini adalah warna taupe kecokelatan tentu saja dengan cool undertone. Warna ini memiliki tekstur matte yang lembut. Bagi saya, warna ini cocok untuk dijadikan warna transisi atau sebagai kontur (tetapi Ladies harus membaurkannya dengan telti, karena jika tidak yang akan terlihat adalah kontur yang terlalu tajam).
  2. Pain Au Chocolate, ini adalah warna yang hampir serupa dengan Cafe Au Lait tapi dengan tekstur shimmer yang sedikit frosty. Sedikit bocoran, bahwa eyeshadow ini terlihat paling baik jika diaplikasikan dengan menggunakan jari atau kuas sintetis yang agak basah.

loreal-color-riche-mono-eyeshadow

Sebetulnya saya naksir beberapa warna lain seperti Teal Couture dan Grand Bleu. Tapi mungkin akan saya swatch di lain waktu.

Berikut adalah sedikit tutorial menggunakan eyeshadow ini. Pertama, dengan menggunakan fluffy blending brush, saya aplikasikan Cafe Au Lait di sepanjang lipatan mata. Kemudian dengan menggunakan jari yang bersih, saya aplikasikan Pain Au Chocolate di kelopak mata. Lalu saya menggambarkan winged liner di sepanjang garis mata bagian atas. Terakhir, saya aplikasikan mascara di bulu mata atas dan bawah.

loreal-color-riche-mono-eyeshadow-tutorial

Saya menyukai tampilan mata ini karena amat wearable dan cocok digunakan di kegiatan dan acara apapun.

Yap, sekian  postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care. Smooch!

Posted in Beauty Product, Decorative, Eyes, Makeup, Pictorial, Review, Swatch, Tutorial

L’oreal Brow Artist Designer Pro : Review and Swatch


Hai Ladies..

 

Ya ampun udah dua bulan lebih aja sejak terakhir postingan blog saya. Kangen berat, iya! Tapi kemarin-kemarin memang saya seolah hilang asa untuk menulis postingan apapun, hehehe.. Oke, kali ini saya akan mereview tentang satu produk yang bisa mempercantik alis mata Ladies. Siap ya? Here we go!

 

Produk yang saya maksud adalah L’oreal Brow Artist Designer Pro. Produk ini adalah pensil alis 3-in-1 dimana satu ujung berupa retractable pencil dan ujung lainnya merupakan spooley brush. Kemudian, bagian tengah dari pensil dapat diputar dan berisi brow powder dengan aplikator berupa spons atau cushion.

baptools

Produk ini terdiri dari dua shade, yaitu dark brown dan light brown. Saya sendiri memakai shade dark brown dan shade ini cukup cocok dengan skintone dan warna rambut saya (yakali, warna rambut saya terlihat secara pakai kerudung, hahahaha). Cara memakai pensil alis inipun tergolong mudah.

 

Pertama-tama, gambarkan bentuk alis yang sesuai dengan bentuk wajah atau seperti yang Ladies inginkan dengan menggunakan retractable pencil. Kemudian isi bagian yang kosong, yang terdapat diantara dua garis alis dengan menggunakan brow powder. Jangan lupa untuk membaurkan brow powder agar hasil gambar alis mata terlihat lebih natural. Terakhir, gunakan spooley brush untuk memperhalus bagian garis alis mata yang terlalu tajam dan terlalu terlihat “buatan”.

loreal-brow-artist-designer-pro

 

Produk ini mengklaim dirinya sebagai produk yang waterproof. Well, pengalaman saya adalah bahwa bisa jadi produk ini memiliki kemampuan tahan air namun tidak tahan gosok. Jadi jika Ladies mencuci muka jangan gosok bagian alis yaa.. Jika tidak, nanti alis matanya hilang, hihihi. Meski demikian, saya menyukai produk ini dan selalu saya bawa saat travelling karena kepraktisan dan kelengkapan yang ada di sebatang pensil alis.

 

Yap, sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

 

Posted in Eyes, Makeup, Pictorial, Tutorial

#1 Look from Inez Professional Color Eyeshadow Palette


Hai Ladies..

 

Menindaklanjuti postingan terakhir saya, kali ini saya akan memberikan tutorial riasan mata dengan menggunakan Inez Professional Color Eyeshadow Palette (lihat reviewnya disini). Hasil dari riasan kali ini yaaaa, cukup wearable lah ya.. Baiklah, mari kita mulai! Eh tapi, pertama-tama saya mohon maaf jika hasil fotonya tampak sedikit ngeblur dan kurang fokus  😀

 

Pertama-tama dan selalu saya ingatkan sebelum mengaplikasikan dekorasi apapun di mata kita, selalu gunakan eyeshadow primer agar warna eyeshadow lebih terlihat, lebih tahan lama, dan tidak bergeser jika terbasuh air, terkena minyak alami wajah, atau keringat.

 

Kemudian dengan menggunakan blending brush, aplikasikan warna raw chesnut di daerah lipatan mata. Gerakkan kuas maju mundur dan sesekali melingkar agar warna eyeshadow terbaur dengan sempurna.

P_20160706_191837

Kemudian dengan menggunakan pencil brush, aplikasikan warna egyptian sable di bagian lipatan mata, ujung mata dalam dan luar, namun sisakan bagian tengah kelopak mata. Kemudian dengan menggunakan blending brush yang lebih kecil dan masih bersih, baurkan ujung-ujung sehingga warna tersebut terbaur dengan warna raw chesnut yang sebelumnya telah ada.

P_20160706_192116 P_20160706_192801

Lalu dengan menggunakan flat synthetic brush, aplikasikan warna bright turquoise di bagian tengah kelopak mata. Pada tahap ini, pengaplikasian eyeshadow bisa basah maupun kering. Hasil dari pengaplikasian basah adalah biasanya lebih terlihat bershimmer daripada pengaplikasian kering. Saya sendiri disini menggunakan pengaplikasian kering.

P_20160706_193430

Kemudian dengan menggunakan pencil brush, aplikasikan kembali warna raw chesnut dan egyptian sable di sepanjang garis mata bagian bawah. Baurkan sedikit agar tampilan eyeshadow terlihat natural.

P_20160706_193757

Selanjutnya aplikasikan eyeliner pensil warna hitam di sepanjang bingkai mata bagian bawah dan baurkan dengan warna eyeshadow yang telah ada sebelumnya. Lalu dengan menggunakan pencil brush, aplikasikan warna bright turquoise dan sedikit pale grey di bagian ujung mata bagian dalam.

P_20160706_194036 P_20160706_194227

 

Terakhir aplikasikan mascara di bulu mata bagian atas dan bawah. Lalu untuk menambah kesan dramatis, tempelan bulu mata palsu. Untuk catatan, disini saya tidak menggambarkan eyeliner untuk garis mata bagian atas. Jika Ladies ingin menambahkan winged liner di bagian tersebut, maka tampilan akan lebih dramatis lagi.

P_20160706_194811 P_20160706_200051

Yap sekian salah satu contoh penggunaan Inez Professional Color Eyeshadow Palette. Semoga bermanfaat. Thanks anda take care, Ladies. Smooch!

Posted in Beauty Product, Decorative, Lips, Makeup, Pictorial, Tutorial

How To Add Dimension To Your Lips


Hai Ladies..

 

Kali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana caranya membuat bibir terlihat lebih berdimensi. Okay, I know.. Beberapa orang Indonesia menganggap bibir yang mungil, kecil, dan tipis itu lebih indah. Tapi saya pribadi, hohoho.. menganggap bibir yang penuh, tebal, dan “jelas bentuknya” terlihat lebih seksi 😀 So, yeahh.. Mari kita mulai..

 

Cara berikut tergolong simpel karena disini saya tidak memakaikan contour pada bibir (Nah loh, apa lagi tuh? Tenang.. Saya akan jelaskan di postingan yang lain). Oke, pertama-tama, saat mengaplikasikan foundation, saya ikut mengaplikasikannya pada bibir saya. Gunanya adalah agar perbedaan warna bibir dengan kulit wajah tidak terlalu kentara. Apalagi biasanya bibir bagian atas biasanya berwarna lebih gelap daripada yang bawah.

C360_2016-06-24-04-30-56-310[1]

Selanjutnya, saat mengaplikasikan highlighter, sayapun ikut memakaikannya pada lekukan atas bibir atau cupid’s bow. Hal ini bertujuan untuk membuat bibir terlihat lebih berdimensi saat memakai lipstik nanti. Ingat, fungsi highlighter disini sama seperti fungsi highlighter pada umumnya, yaitu memberikan efek “POP”.

C360_2016-06-24-04-31-14-512[1]

Kemudian, aplikasikan lipstik yang Ladies sukai di bibir, namun sisakan sedikit ruang kosong di tengah bibir (bisa bibir bagian atas, bawah, maupun keduanya). Disini saya hanya menyisakan ruang kosong di bibir bagian bawah. Apabila Ladies kesulitan untuk langsung mengaplikasikan lipstik, bisa menggunakan pensil bibir terlebih dahulu.

C360_2016-06-24-04-31-33-890[1]

Selanjutnya, aplikasikan lipstik yang berwarna lebih muda di bagian yang kosong tersebut. Well, sebetulnya lipstik yang digunakan di bagian ini tidak harus lipstik yang warnanya hampir sama, bisa lipstik yang berwarnanya berbeda, tapi pada intinya lipstik di bagian ini berwarna lebih muda.

C360_2016-06-24-04-31-48-392[1]

Lalu, baurkan sisi dari pertemuan kedua lipstik tersebut. Cara membaurkannya bisa menggunakan kuas, ujung jari, atau sekedar dikatupkan saja. Apabila hasil setelah pembauran dirasa tidak terlalu kentara, maka bisa ditambahkan lagi lipstik yang berwarna lebih terang dan baurkan lagi sampai Ladies merasa dimensi bibir Ladies telah oke banget.

C360_2016-06-24-04-32-05-212[1]

Nah, gimana? Simple dan mudah kan? Sebetulnya ada cara lain yang lebih ribet, tapi itu akan saya bahas lain kali (eh, tapi lihat link ini juga boleh).

 

Sekian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

 

Posted in Beauty Product, Decorative, Eyes, Makeup, Pictorial, Theory, Tutorial

Smoother and Finer Smokey Eyes


Hai Ladies..

OMG!! Sebulan aja saya ga nulis blog, dan itu sesuatu banget! Waktu terlama saya ga ngeblog dan hal itu ngangenin banget, hehehe.. Anyway, kali ini saya kembali dan saya mau berbagi tutorial riasan mata.

 

 

Well, sebetulnya saya udah sering banget membahas mengenai smokey eyes. Tutorialnya ada seabreg (dan mungkin akan bertambah di masa-masa yang akan datang). So, apa perbedaan smokey eyes yang akan saya bahas kali ini dengan smokey eyes yang sudah saya bahas sebelum-sebelumnya? Menurut saya, smokey eyes kali ini memiliki teknik yang lebih smooth dan tampilan yang lebih wearable. Penasaran? Here we go!

 

 

Oke, pertama-tama, aplikasikan eyeshadow base diseluruh bagian kelopak mata hingga ke tulang alis. Lalu biarkan meresap sekitar 30 detik kemudian set menggunakan translucent powder. Fungsi dari pengesetan ini adalah agar eyeshadow yang akan dipakai selanjutnya lebih mudah untuk dibaurkan.

20160410_193632

 

 

Lalu, dengan menggunakan fluffly blending brush, aplikasikan eyeshadow warna sepia di bagian atas lipatan mata sebagai warna transisi yang pertama. Apa itu warna sepia? Warna sepia pada dasarnya adalah warna cokelat muda dan sedikit mauve namun dengan warm undertone. Cara mengaplikasikan eyeshadow ini  adalah dengan menggerakann kuas kedepan dengan kebelakang dengan mata yang terbuka, sehingga Ladies bisa melihat sejauh mana eyeshadow ini terbaur.

20160410_193828

 

 

Kemudian dengan menggunakan fluffy blending brush yang ukurannya lebih kecil, aplikasikan eyeshadow warna sienna di bagian yang sama sebagai warna transisi yang kedua. Apa itu warna sienna? Sienna pada dasarnya adalah warna cokelat kekuningan, warna ini bisa tampak lebih kuning di satu orang dan lebih oranye di orang yang lain. Jika saya yang memakai, warna sienna ini tampak lebih gelap dan berwarna oranye. Saat membaurkan eyeshadow ini, usahakan agar area pembaurannya tidak melebihi warna transisi yang pertama agar betul-betul terlihat gradasi warnanya.

20160410_194007

 

 

Selanjutnya dengan menggunakan fluffy bending brush yang lebih kecil lagi, aplikasikan warna cinnamon  di bagian luar lipatan mata sebaga warna transisi yang ketiga sekaligus untuk memberikan kesan dalam pada mata. Apa itu warna cinnamon? Jika Ladies pernah melihat warna kayu manis, maka itulah warna cinnamon. Perlu diperhatikan agar membaurkan warna ini hanya di bagian ujung luar lipatan mata saja untuk memberikan kesan mata menyerupai bentuk almond. Sampai tahap ini, dasar-dasar smokey eyes telah selesai. Pada intinya, dalam membuat smokey eyes Ladies perlu membangun warna untuk memberikan kesan kedalaman dan highlight yang tepat.

20160410_19415820160410_194203

 

 

Lalu dengan menggunakan flat brush, aplikasikan eyeshadow warna coffee dengan finish shimmery pada seluruh kelopak mata. Warna coffee yang saya maksud disini adalah warna biji kopi yang kecokelatan, bukan warna air kopi yang kehitaman ya. Dalam mengaplikasikan eyeshadow ini Ladies bisa juga dengan menggunakan aplikasi basah, yaitu menyemprot dikit air kepada kuas, sebelum mengambil eyeshadow yang dimaksud untuk mendapatkan efek shimmery yang lebih kuat dan intens.

20160410_194428 20160410_194431

 

 

Kemudian gambarkan winged eyeliner di sepanjang garis mata atas. Cara pengaplikasiannya bisa dilihat di link ini. Selanjutnya, dengan menggunakan pencil brush, aplikasikan eyeshadow warna cinnamon di sepanjang kelopak mata bawah untuk memberikan efek smokey yang lebih kuat. Dalam mengaplikasikan eyeshadow ini harap Ladies tetap membangun warnanya dengan cara sedikit-sedikit, agar tidak terlalu over.

20160410_194908 20160410_195103

 

 

Lalu dengan menggunakan pencil brush yang lain, aplikasikan eyeshadow warna light gold atau emas muda/terang di bagian ujung mata bagian dalam. Fungsi dari pengaplikasian ini adalah sebagai highlight dan agar mata terlihat lebih cerah dan terbuka. Baurkan highlight tersebut ke bagian atas dan bawah agar terlihat lebih natural dan well done. Selanjutnya, aplikasikan mascara di bulu mata atas dan bawah. Sampai disini, jika Ladies merasa cukup, maka tampilan smokey eyesnya telah selesai.

20160410_195506 20160410_195714

 

 

Namun jika Ladies merasa belum cukup, bisa tambahkan bulu mata palsu untuk memberikan efek smokey yang maksimal. Untuk diperhatikan, bahwa menggunakan bentuk bulu mata yang berbeda akan memberikan hasil mata yang berbeda. Untuk tampilan smokey, gunakanlah bentuk mulu mata yang seperti sayap (helaian luar yang memanjang).

20160410_201016 20160410_201019

 

 

Nah, sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

 

PS: tutorial mengenai smokey eyes yang lain bisa dilihat di :

https://hasgoodlook.com/2016/02/08/sultry-bronzy-smokey-look/

https://hasgoodlook.com/2016/01/26/taupe-smokey-eyes/

https://hasgoodlook.com/2016/01/17/dark-bronze-smokey-eyes/

https://hasgoodlook.com/2015/06/07/sparkling-halo-smokey-eyes/

https://hasgoodlook.com/2015/05/22/how-to-classic-smokey-eyes/

https://hasgoodlook.com/2015/03/20/my-signature-smokey-eyes-look/

https://hasgoodlook.com/2015/01/27/electric-blue-smokey-eyes/

https://hasgoodlook.com/2015/01/20/pearly-black-smokey-eyes/

https://hasgoodlook.com/2015/01/19/grey-smokey-eyes/

 

Posted in Beauty Product, Decorative, Eyes, Face, Lips, Makeup, Pictorial, Review, skin care, Swatch, Tutorial

Easy Makeup Tutorial (For Traveller)


Hai Ladies..

 

 

 

Jadi gini, pagi ini saya chatting dengan salah satu teman diklat, yang beberapa minggu lalu saya ikuti. Lalu karenanya saya jadi terinspirasi untuk membuat tutorial makeup yang simpel (oke, ini simpel menurut saya ya..) dengan menggunakan produk yang tergolong ga begitu banyak. Selain itu, dandanan ini memang saya pakai selama diklat, karena saya tergolong malas membawa seabreg makeup saat travelling. Sooooo, kita mulai.

 

 

 

Oke, mungkin saya bisa dibilang bohong dengan mengatakan malas membawa seabreg makeup, karena faktanya saya membawa seabreg skincare. Karena apa? Saat travelling, kita tidak tahu keadaan cuaca, air, kelembapan udara dan sebagainya, dari kota yang kita tuju, yang pada dasarnya hal-hal tersebut  berpengaruh pada kulit kita. Jadi untuk menghindari kerusakan/jerawat/kekeringan/kekucelan pada kulit, terutama kulit wajah, ya mau ga mau saya membawa seabreg skincare yang terdiri dari sabun muka, toner, pre-serum, serum, face mist (lihat DIY-nya disini), moisturizer (review dan swatchnya disini), dan sun screen (ya, salah satu produk yang saya sebutkan disini). Ya ya ya.. beberapa mungkin bilang saya agak lebay dengan semua skincare ini. Tapi plis deh, bukannya lebay, saya cuma high maintenance aja, hahahahaha, just kidding 😛

1

 

 

Well, ini tutorial sesungguhnya. Pertama-tama, setelah selesai mengaplikasikan semua skin care, saya membentuk alis mata saya dengan Sarange Automatic Brow Pencil (review, swatch, dan tutorialnya ada disini). Kemudian saya aplikasikan eyeshadow warna coklat L’oreal V-Sculptor (review, swatch, dan tutorialnya juga ada disini) dan saya baurkan warna di ujung-ujungnya dengan menggunakan blending brush, sehingga mata terlihat lebih berdimensi. Kemudian saya gambarkan winged eyeliner dengan menggunakan L’oreal Black Laquer (jangan bosan, Ladies, tapi review dan swatchnya ada disini) dan sampai disini, riasan mata selesai dulu (nanti dilanjut lagi).

2

 

 

Lalu, kita kembali ke daerah wajah. Sebelum mengaplikasikan dekorasi/makeup wajah apapun, saya aplikasikan face primer favorit saya, yaitu Blur Cream dari L’oreal (review dan swatchnya lihat disini). Setelah itu, wajah saya menjadi matte seketika dan siap untuk diaplikasikan produk lainnya. Kemudian, untuk foundation saya menggunakan mineral powder foundation (review menyusul). Saya memakai produk ini karena praktis, medium coverage, dan tahan lama. Kemudian saya membutuhkan contour untuk menambah dimensi pada wajah saya. Oleh karena itu, saya menggunakan blush on dari Pure Glow (review dan swatch disini) sebagai contour.

3

 

 

Lalu kembali ke makeup mata, saya aplikasikan mascara The Magnum dari Maybelline (review and swatch disini) agar mata saya terlihat lebih segar dan terbuka. Kemudian, saya aplikasikan highlight Mary Loumanizer dari The Balm (sori, Ladies, tapi produk ini ga akan saya bahas, jadi googling aja di tempat lain, hehehe) di sepanjang batang hidung, cupid’s bow dan sudut tertinggi di daerah tulang pipi. Kemudian, saya aplikasikan lipstik warna fuschia dari seri L’oreal Pure Reds sehingga tampilan wajah saya secara keseluruhan tampak lebih cerah (review dan swatch ada disini).

4

 

 

Terakhir, saya semprotkan setting spray All Nighter dari Urban Decay (sori, tapi ini juga tidak akan saya review ya, Ladies..) beberapa kali agar makeup saya lebih awet dan tahan badai XD.

 

 

5

So, yaaaa stepnya mungkin terlalu banyak bagi beberapa orang. Tapi untuk saya pribadi, step ini cukup simpel karena tidak ada correcting, concealing, baking, atau blushing on. Karenanya, saya bisa menyelesaikan semua step ini dalam waktu 5-10 menit aja (jadi ini simpel, iya kan? Iya kan???).

 

 

 

Sekian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat bagi Ladies yang mau travelling tapi ga mau bawa makeup banyak (tapi rela bawa seabreg skincare, LOL). Thanks and take care. Smooch!

Posted in Beauty Product, Decorative, Eyes, Makeup, Pictorial, Review, Swatch, Theory, Tutorial

L’oreal Super Liner V-Sculptor : Review and Swatch


Hai Ladies..

 

 

 

Kali ini saya mau mereview salah satu eyeshadow yang nyaman banget diajak “jalan”. Jadi gini, beberapa minggu yang lalu saya iseng membeli eyeshadow ini, namun pada dasarnya saya kurang yakin dengan performanya. Kemudian ketika saya pergi ke luar kota, saya bawa eyeshadow ini dan saya cukup senang dengan tampilannya. Penasaran? Yuuu, mari kita mulai bahas.

 

P030101090_l.jpg

 

Eyeshadow yang saya maksud adalah L’oreal Super Liner V-Sculptor. Jadi walaupun serinya Super Liner, ini adalah eyeshadow dan bukan eyeliner. Eyeshadow ini berbentuk cushion, dimana aplikatornya adalah busa yang empuk dan bentuknya meruncing, dan eyeshadownya sendiri ada di bagian tutupnya. Jadi saat aplikatornya ditutup, otomatis warna eyeshadownya menempel. Masih bingung? Well, inget bentuk Maybelline Fashion Brow Duo Shaper? Nah, eyeshadow ini mirip seperti itu bentuknya (eh, reviewnya ada disini, btw :P).

 

 

 

Bentuk aplikatornya yang meruncing membantu untuk membaurkan dan menambah dimensi pada mata, sehingga riasan tampak lebih smooth namun (mungkin) lebih dramatis. Eyeshadow ini terdiri dari empat shade yang wearable, yaitu black, bronze, brown, dan burgundy. Namun, seperti biasa, yang akan saya swatch hanya dua saja, yaitu brown dan burgundy.

 

 

 

Shade yang pertama adalah Magnifying Brown. Ini adalah eyeshadow dengan duo chrome finish, dimana warna aslinya adalah brunette dan frost-nya berwarna mocha. Selain itu, eyeshadow ini memiliki reflect warna gold, yang semakin terlihat jika dibaurkan. Pada gambar dibawah ini, saya hanya memakai eyeshadow shade ini saja. Namun saya membaurkan ujung-ujungnya, untuk menciptakan warna transisi dengan menggunakan blending brush.

super liner v-sculptor magnifying brown

 

 

Shade selanjutnya adalah Up-Winging Burgundy. Ini adalah warna burgundy (merah keunguan), tapi disini saya lebih banyak melihat warna ungu sangria. Eyeshadow ini memiliki satin finish dengan reflect yang cukup halus berwarna burgundy. Sama seperti gambar sebelumnya, dimana saya membaurkan ujung-ujung eyeshadow untuk menciptakan warna transisi dengan menggunakan blending brush.

super liner v-sculptor up-winging burgundy

 

 

Pada dasarnya, tekstur dari eyeshadow ini adalah gel to powder. Hal itu berarti bentuk pertama adalah semi basah menyerupai gel yang dipadatkan, namun setelah diaplikasikan di kulit, teksturnya berubah jadi powder. Oleh karena itu, eyeshadow ini amat mudah dibaurkan. Tapi, meskipun demikian, ditambah aplikator yang dirancang untuk mampu membaurkan eyeshadow, tapi untuk saya, tetap saja penggunaan blending brush adalah yang utama dalam menciptakan warna transisi.

 

 

 

Selain itu, meskipun eyeshadow ini tergolong praktis dan efisien, tetap saja Ladies memerlukan eyeshadow primer agar eyeshadow ini bisa tahan seharian. Menurut pengalaman saya, eyeshadow ini menggumpal jika dipakai dalam jangka waktu yang lama dan tanpa eyeshadow primer apapun. Hal itu juga mungkin terjadi pada Ladies, terutama Ladies yang memiliki kulit yang berminyak seperti saya.

 

 

 

Yap, sekian review kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

Posted in Beauty Product, Decorative, Eyes, Makeup, Pictorial, Tutorial

Peacock Inspired Tutorial


Hai Ladies..

 

 

 

Inget ga, minggu lalu saya posting foto muka semi-ancur tapi riasan matanya oke punya? Riasan mata tersebut terinspirasi dari warna bulu ekor burung merak yang cantik. Nahh.. kali ini saya mau sharing tutorial riasan mata tersebut. Mari kita mulai!

 

 

 

Pertama-tama, aplikasikan dulu eyeshadow primer dan biarkan beberapa detik hingga meresap ke kulit kelopak mata. Lalu aplikasikan eyeshadow base warna putih di sepanjang kelopak mata hingga ke atas bagian lipatan mata. Eyeshadow base putih ini berfungsi membuat warna-warna eyeshadow yang akan saya pakai jadi lebih cerah. Oh iya, jika Ladies tidak punya eyeshadow base warna putih, Ladies juga bisa memakai eyeliner pensil/gel atau cream eyeshadow warna putih. Kenapa? Karena pada dasarnya fungsinya sama dengan eyeshadow base.

1

 

 

Oke, lanjut ke tahap selanjutnya. Aplikasikan eyeshadow warna peach di bagian antara kulit yang diberi eyeshadow base dan yang tidak. Eyeshadow peach ini akan menjadi warna transisi yang pertama. Aplikasikan dengan menggunakan big blending brush dan gerakkan brush membentuk setengah lingkaran hingga warnanya terbaur dengan lembut. Kemudian dengan menggunakan blending brush yang lebih kecil, aplikasikan eyeshadow warna coral di atasnya dan baurkan. Pada tahap ini, warna transisinya menjadi lebih bergradasi, bener ga?

2

 

 

Lalu dengan menggunakan angled brush, aplikasikan sedikit eyeshadow warna merah di perbatasan antara warna putih dengan warna coral. Eyeshadow ini berfungsi sebagai pembatas cut crease sekaligus sebagai contour yang memberikan dimensi pada mata. Lanjut ke bagian yang seru. Dengan menggunakan flat brush, aplikasikan eyeshadow warna ungu di bagian ujung mata luar. Aplikasikan hingga eyeshadow base putih tertutup dengan sempurna. Gerakkan kuas dengan cara menekan-nekan dengan lembut ke kelopak mata, agar mendapatkan color payoff yang maksimal.

3

 

 

Kemudian, dengan menggunakan flat brush lainnya, aplikasikan eyeshadow warna turquoise di ujung mata bagian dalam. Cara mengaplikasikannya sama seperti mengaplikasikan warna ungu, ya Ladies. Selanjutnya, masih menggunakan flat brush, aplikasikan eyeshadow warna biru azure di bagian tengah dan baurkan (tapi caranya masih dengan menekan-nekan) dengan warna-warna yang ada di kedua sisinya. Sampai tahap ini, Ladies akan mendapatkan tampilan gradasi warna yang seru dari turquoise ke ungu. Oh iya, semua eyeshadow yang saya pakai di bagian kelopak mata memiliki tekstur shimmer ya, biar seru!

4

 

 

Lalu, dengan menggunakan pencil brush, aplikasikan eyeshadow warna hijau lime di sepanjang kelopak mata bagian bawah. Dilanjutkan dengan pengaplikasian eyeshadow warna taupe di bagian bawahnya sebagai warna transisi yang memberikan efek semi-soft-smokey.

5

 

 

Oke, masih ada step selanjutnya, Ladies.. Masih dengan menggunakan pencil brush, aplikasikan eyeshadow warna kuning lemon di bagian tear duct sebagai highlight. Terakhir, aplikasikan mascara dan bulu mata palsu untuk mengangkat bentuk mata hingga terlihat lebih pangling.

6

 

 

Well, well.. Tutorial kali ini memang lebih ribet daripada yang biasanya saya share, Ladies. Tapi gapapa, prosesnya fun dan hasilnya juga fun. Oh iya, saya juga punya tutorial full makeup menggunakan riasan ini yang akan saya share lain kali 😀

 

 

 

Sekian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!

Posted in Beauty Product, Decorative, Eyes, Face, Lips, Makeup, Pictorial, Review, skin care, Swatch, Tutorial

Day To Night Glam


Hai Ladies..

 

 

 

Kali ini saya memberikan tutorial full makeup yang tergolong singkat, menggunakan beberapa produk yang saya review di beberapa minggu terakhir. Eh iya, walaupun saya tadi sebutkan bahwa ini adalah full makeup, sebetulnya hanya untuk wajah saja. Kenapa? Karena tutorial riasan matanya sudah saya share minggu-minggu kemarin (atau klik ini untuk lihat). Anyway, kita mulai aja yaa..

 

 

 

Pertama-tama, bersihkan dulu wajah Ladies dan aplikasikan skin care favorit Ladies. Disini saya terlihat super berminyak karena saya menggunakan krim SPF yang pada dasarnya membuat kulit menjadi ekstra berminyak. Kemudian saya aplikasikan face primer favorit saya, sehingga wajah saya terlihat lebih matte, pori-pori terlihat lebih kecil, dan warna kulit jadi lebih merata.

1

 

 

Selanjutnya, saya aplikasikan foundation dari Clinique (yang reviewnya bisa dilihat disini) di seluruh permukaan wajah. Kemudian saya meratakannya dengan menggunakan blending sponge yang basah.

2

 

 

Selanjutnya, saya aplikasikan concealer dari Revlon (yang reviewnya juga bisa dilihat disini) di bagian bawah mata. Well, sebetulnya concealer ini bukan untuk menyamarkan lingkaran bawah mata. Saya mengaplikasikannya sebagai cream highlight. Lagi-lagi, saya meratakannya dengan menggunakan blending sponge.

3

 

 

Kemudian, saya set semuanya dengan menggunakan bedak dari Travel Palette La Tulipe (tebak, reviewnya ternyata bisa dilihat disini, hohoho). Nah, sebetulnya bedak yang ada di palet ini bukan setting powder sama sekali, melainkan powder foundation. Tapi, untuk kali ini, saya alihfungsikan menjadi setting powder, hahaha.. Tidak lupa, saya menggunakan blush on warna coral yang juga ada di dalam palet tersebut.

4

 

 

Terakhir, saya aplikasikan lipstik. Dalam Travel Palette La Tulipe, tersedia dua shade lipstick, yaitu peachy nude dan cool red. Untuk tampilan ini, saya pikir warna peachy nude berkolaborasi baik dengan riasan matanya, dan tampilan keseluruhannya bisa dipakai di siang hari. Sedangkan jika memakai warna cool red, tampilan riasan mata tampak lebih dramatis dan tampilan wajah secara keseluruhan tampak lebih “serius”. Saya pikir, riasan seperti ini lebih cocok digunakan di malam hari.

5

 

 

So, yeah.. Sekian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat. Thanks and take care, Ladies. Smooch!