I Am Happy Than Ever! (Konfession Part II)


Hai Ladies..

 

 

 

Kali ini saya mau share pengalaman dan mungkin berakhir pada review beberapa produk yang mengagumkan, yaitu bumbu dapur!! Hohohohohoho..

 

 

IMG_1182

Oke, saya mau cerita dari awal, anggaplah curhat colongan, terserah. Sekitar satu tahun yang lalu, saya mengalami stress yang berakibat siklus bulanan saya jadi rada ga beres. Setelah saya konsultasikan ke dokter, saya diberi obat hormon untuk memperbaiki siklus tersebut. Singkat cerita, akibat dari obat hormon tersebut, berat badan saya jadi tidak terkendali (dan sesungguhnya saya makin stress karena hal ini!). Yang paling parah, berat badan saya mencapai 85 kilogram (foto samping. Oke, disini saya terlihat super happy, padahal tadi saya bilang bahwa saya sedang stres ya? hehehe) dan hampir seluruh baju yang saya miliki di lemari tidak muat.

 

 

 

Akhirnya, pada bulan September saya memutuskan untuk menjadi member di gymnasium dekat rumah. Saya berkonsultasi dengan personal trainer saya dan akhirnya saya mengetahui apa yang belum saya ketahui mengenai sistem metabolisme dan banyaknya lemak tidak berguna yang ada di tubuh saya.

 

 

 

Oke, peristiwa ini cukup memutarbalikkan hidup saya. Lebay? Eh engga loh… Semenjak hari itu saya mulai berolahraga dengan rutin, tiga kali dalam seminggu, plus satu sampai dua kali di tempat lain, misalnya rumah atau kantor. Selain itu, saya juga memutuskan untuk tidak lagi mengkonsumsi karbohidrat dan lemak secara gila-gilaan. Ya! Saya memutuskan untuk stop makan nasi, gorengan, minyak, gula, garam, dan soda. Saya tidak begitu merasa sulit untuk lepas dari semua itu, karena pada dasarnya saya menyukai makanan yang semi-plain dan tidak terlalu suka mencampur terlalu banyak makanan atau bumbu dalam satu kali makan.

 

 

 

Meski demikian, saya makan dengan banyak! Jika dahulu saya hanya makan maksimal tiga kali sehari. Maka sekarang saya makan maksimal enam kali sehari dengan pola : sarapan, snack, makan siang, snack, makan malam, snack. Bedanya, makanan yang saya makan lebih sehat karena terdiri dari buah, sayur, dan seabreg protein nabati yang lemaknya saya buang.

 

 

 

Bingung? Saya beri contoh pola makan saya yang 6 kali sehari itu ya..

  • Setiap bangun tidur, selalu saya awali dengan minum air putih 1 gelas @500ml
  • Sarapan : smoothie (biasanya saya blend pisang dengan susu kedelai) atau jus semangka dan timun yang saya blender tanpa tambahan air lagi. Hanya minum ini saja membuat perut saya terasa kenyang.
  • Snack 1 : snack yang dibakar (menunya saya bahas lain kali) atau buah-buahan ringan, seperti jeruk, anggur, atau berry.
  • Makan siang : ikan atau ayam atau daging dan beberapa jenis sayuran yang saya tumis atau rebus, atau kukus (menu menyusul).
  • Snack 2 : buah-buahan berat, seperti pisang, apel, atau papaya, yang dipotong atau dipanggang.
  • Makan malam : biasanya saya berhenti makan di snack 2, tapi kalau seandainya saya lapar banget, saya membuat bubur oat dengan buah atau sayuran manis seperti wortel atau jagung.
  • Snack 3 : makan malam aja biasanya saya skip, apalagi snack malam.
  • Menjelang tidur, saya selalu minum air lagi sebanyak 1 gelas @500ml
  • Well, sebetulnya saya minum air tidak hanya dua kali sehari (awal bangun dan menjelang tidur) saja, tapi lebih dari itu.

 

 

Efek dari pola makan (dan olahraga) yang seperti itu adalah berat badan saya berangsur-angsur turun. Enam bulan semenjak itu, bulan Maret kemarin, saya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 15 kilo. Ini merupakan capaian, tapi belum goal saya, karena saya ingin menurunkan sekitar 15 kilo lagi, hehehe.

 

 

 

Nah, baik lagi ke masalah makanan, lama kelamaan saya merasa bosan memakan makanan yang tidak berbumbu. Ditambah lagi proses memasak yang terbatas pada rebus, kukus, dan panggang membuat acara makan jadi tidak seasyik dulu (ya makanan yang dipanggang memang asyik, tapi kan sebetulnya lebih asyik makanan yang “kriuuk” karena digoreng, kan?).

 

 

 

Maka saya mencari bumbu yang dapat membuat makanan sehat saya tetap sehat namun lebih “berasa”. Akhirnya…

 

 

 

(bersambung)

Advertisements

3 thoughts on “I Am Happy Than Ever! (Konfession Part II)

  1. Aku sama seperti itu juga kak, tahun lalu sempat turun sampai 10 kg tapi lepas kontrol karna harus ke pulau terpencil yang sama sekali ga bisa atur makan, terlalu fokus kuliah sampe ga peduli makan apa. Efeknya sekarang aku ngerasa banget ga sesehat dulu dan susah banget buat balikin motivasi. Selama proses dulu aku punya motivasi “mau sehat” bukan sekedar turunin berat buat jadi lebih cantik, mau coba baju ini itu. Engga sama sekali, tapi lama kelamaan efek lingkungan yang bener-bener pengaruhi diriku. Haaaa.. Susah banget kontrol diri sendiri. *malah curhat*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s