contouring versus strobing


Hai Ladies..

Kali ini, sesuai dengan janji saya di postingan sebelumnya, saya akan membahas mengenai strobing dan contouring. So, kita mulai aja yah.

Sebagaimana sekarang dan hingga dua tahun yang lalu contouring benar-benar ngehits dan mencuri perhatian makeup artist, makeup junkie, atau makeup world pada umumnya. Contouring sebetulnya adalah teknik lama (oke, orang Indonesia cukup banyak yang ga ngeh dengan kata ini. kata shading lebih dikenal luas dan lebih dimengerti, padahal maksudnya sama). Namun contouring mungkin baru diberi nama atau diperkenalkan secara luas setelah Kim Kardashian mengepost foto rahasia wajahnya yang ter-define dengan baik sekitar tiga tahun yang lalu. Setelah itu, contouring benar-benar mengambil alih dunia (halah lebay) dan semua industri kosmetik berlomba-lomba memproduksi produk untuk mengkontur wajah.

maxresdefault
Namun, contouring mungkin tidak cocok untuk semua orang, beberapa orang malah terlihat lebih maskulin dan terkesan drag jika mengkontur wajah mereka. Hal ini tidak selalu berkaitan dengan teknik atau kemampuan bermakeup seseorang. Bisa jadi hanya karena wajahnya sudah terdefine secara natural (tulang pipinya sudah tinggi, hidungnya sudah berbentuk sempurna, luas dahinya sudah pas, dan lain-lain) sehingga melakukan contour malah hanya mempertajam bagian-bagian tersebut dan pada akhirnya wajah Ladies malah terlihat seperti laki-laki (kenapa? karena pada umumnya wajah pria terkesan lebih tajam daripada wanita). Seperti yang saya sudah bahas sebelumnya, bahwa contouring berfungsi untuk memperjelas tulang-tulang wajah sehingga tampilan wajah keseluruhan terlihat lebih seimbang. Oke Ladies, bukan berarti wajah kita sebelum contouring terlihat kacau, tapi c’mon untuk pergi ke pesta, undangan, atau bahkan nikah kita pengen wajah kita terlihat sama namun lebih pangling. Iya kan, ngaku!

Contouring membutuhkan kosmetik yang berwarna dua atau tiga tingkat lebih gelap dan memiliki cool undertones. Hal ini karena, dengan contouring kita membuat ilusi bayangan di daerah yang akan kita “sembunyikan”. Misalnya, untuk membuat pipi lebih tirus, kita memulas produk contouring di bawah tulang pipi kita sehingga pipi kita yang gembil terlihat lebih samar. Oke, samar disini bukan berarti pipi Ladies akan secara ajaib terlihat ngeblur, tapi kebanyakan orang akan melihat daerah yang lebih terang dari pada daerah yang lebih gelap atau terkontur. Karena hal tersebut, kita membutuhkan highlighting agar fokus pandangan teralih ke daerah lain.

14110 71c1Jt+IGUL._SL1500_
Highlighting adalah teknik penyeimbang contouring. Seperti yang saya ungkap diatas, dimana saat memandang sesuatu, orang akan lebih tertarik dengan bagian yang terang daripada bagian yang gelap (anak psikologi, angkat tangan! ternyata contouring dan highlighting mengambil ide dari psikologi gestalt, hehe). Mengapa? Karena bagian yang terang cenderung memberikan efek POP yang mencuri perhatian. Sehingga tidak peduli seberapa gembil pipinya Ladies, dengan teknik contouring dan highlighting yang tepat, orang akan melihat Ladies lebih pangling dan lebih tirus secara cantik.

Sekarang tentang strobing. Seperti yang saya singgung diatas, bahwa contouring mungkin tidak selalu cocok dengan setiap orang. Nah, jika Ladies tidak cocok dengan teknik contouring, atau Ladies menganggap contouring itu melelahkan dan membingungkan dan secara umum sulit, mungkin strobing lebih cocok dengan ladies.

h
Bedanya apa? Strobing, pada dasarnya, adalah highlighting tanpa contouring. Highlight yang dipakai dalam teknik ini adalah shimmery highlight yang bisa merefleksikan cahaya sehingga mencuri perhatian. Ini juga merupakan teknik lama dan sepertinya lebih banyak orang menggunakan teknik ini setiap hari daripada teknik contouring. Hanya saja mereka tidak sadar bahwa teknik ini punya nama. Strobing adalah teknik yang dipakai oleh model-model Victoria’s Secret, artis-artis Korea, atau Jepang, atau Taiwan. Dimana mereka lebih menitik beratkan pada kualitas kulit yang terlihat glowy, sehat, dan secara umum, penampilan terlihat lebih muda. Dimana disisi lain contouring memang membuat wajah lebih terdefine, namun terkadang penampilan keseluruhan tampak lebih.. apa yah, tua gitu?

benefit-cosmetics-watts-up-highlighter-d-20110928181455917~151100 Lancome-Highlighter-Rose-Etincelle Benefit_Cosmetics-Teint-High_Beam_Highlighter
Pertanyaannya, apakah tanpa melakukan contouring dan hanya melakukan highlighting saja, penampilan wajah bisa terlihat seimbang? Jawabannya adalah bisa. Kita menghighlight bagian-bagian yang ingin kita tonjolkan saja. Misalnya jika ingin tulang pipi kita terlihat tinggi, maka highlight-lah bagian tertinggi pada pipi Ladies (biasanya tulang yang ada di bawah ujung mata luar). Atau jika kita ingin terlihat lebih mancung, maka highlight-lah ujung hidung dan sepanjang garis tengah hidung. Jika ingin wajah kita tetap terlihat seimbang, jangan sekali-sekali menghighlight bagian yang seharusnya terkontur dan bagian lain yang seharusnya bertekstur matte.

Apa maksudnya bagian lain yang bertekstur matte? Misalnya bagian bawah mata (dark circle) atau kantong mata. Pada bagian tersebut biasanya kita sembunyikan dengan corrector dan concealer sehingga tampak rata dengan bagian lain pada wajah. Menghighlight bagian tersebut malah membuat fungsi dari corrector dan concealer akan menjadi sia-sia dan malah membuat bagian tersebut terlihat cembung/bengkak, dan wajah Ladies secara keseluruhan terlihat pucat seperti habis menangis. Bagian lain yang seharusnya matte adalah pipi bagian bawah. Bayangkan jika Ladies menghighlight bagian tersebut, Ladies akan terlihat gembil dan Ladies yang gembil secara natural akan terlihat super duper gembil.

Kenapa bisa begitu? Seperti yang pernah saya bahas di beberapa post sebelumnya, bahwa highlighting jenis apapun akan membawa/memperjelas fitur-fitur wajah, apalagi dalam teknik ini kita menggunakan highlight yang bertekstur shimmer.

Pertanyaan lainnya, jadi strobing bisa dilakukan kepada siapa saja? Nah, ini menarik, karena walaupun strobing adalah teknik yang secara umum lebih mudah daripada contouring, namun juga tergolong rada eksklusif karena.. Satu, idealnya digunakan untuk kulit yang amat kering. Bagi Ladies yang berkulit kering, bisa menggunakan shimmery highlight dengan tekstur powder atau cream, semuanya ga masalah. Untuk kulit berminyak atau kombinasi, pakailah matte foundation dan hanya sedikit highlight powder pada bagian yang akan berminyak namun membutuhkan sedikit strobing. Kenapa? Seiring berjalannya waktu, minyak wajah Ladies akan membuat penampilan Ladies strobe sendiri. So, jangan takut, tapi jangan pula terlalu banyak karena Ladies tidak ingin terlihat seperti tambang minyak kan..

20150627_213016
Dua, strobing terlihat keren pada kulit yang berpori-pori kecil. So, kulit berpori besar lebih baik tidak menggunakan teknik ini? Um, ga gitu juga.. Ada dua cara untuk menghindari pori-pori wajah makin terlihat karena teknik strobing. Pertama, gunakan powder highlight dan aplikasikan hanya pada bagian tertinggi dari tulang pipi Ladies. Kedua, selalu gunakan face primer dengan cara ditekan-tekan pada pori-pori yang besar untuk menyamarkannya dan memakai foundation dengan matte finish. Jika ladies menuruti kedua saran tersebut, semua akan baik-baik saja 😉

Tiga, diluar banyak dijual highlight dengan berbagai macam warna, warna apa yang cocok dengan kulit? Pilih shimmer highlight yang sesuai dengan undertone ladies. Untuk yang berkulit gelap dan memiliki warm undertone, mungkin bisa pilih highlight yang berwarna gold atau bronze. Untuk yang berkulit terang dan memiliki cool undertone, mungkin bisa pilih warna champagne. Untuk yang berkulit gelap dan cool undertone, mungkin pilih warna rose gold. Yang jelas, jika Ladies salah memilih warna, mungkin tampilan Ladies akan terlihat terlalu pucat atau tidak natural.

Empat, strobing paling keren digunakan untuk wajah berbentuk hati, yang sudah terdefine secara alami. So, ladies yang bermuka bulat, persegi, dan lain-lain tidak cocok untuk strobing? Tidak juga, strobing bisa diaplikasikan pada setiap bentuk wajah, namun mungkin kesannya akan berbeda-beda : yang bulat main bulat, yang panjang makin panjang, yang kotak makin kotak, namun semuanya akan terlihat lebih muda dan sehat. Jika Ladies ingin strobing tapi bentuk wajahnya bukan hati dan ingin terdefine juga, pakailah matte foundation. Kenapa? Karena seiring berjalannya waktu pemakaian, biasanya warna foundation akan menggelap dan menyatu dengan warna kulit wajah yang ada dibawahnya. Foundation yang mattepun akan menggelap namun akan tetap matte, sehingga dengan demikian Ladies akan mendapatkan contour (ingat, contour adalah warna gelap dan matte sehingga mengesankan bayangan).

c
Nah, sekian tentang strobing dan contouring. Saya pribadi lebih menyukai sedikit powder contouring dan sedikit strobing untuk aktivitas sehari-hari. Bagaimana dengan Ladies? Semoga postingan ini bisa bermanfaat, thanks and take care, Ladies. Smooch!

 

 

  1. Klik ini untuk mengetahui tentang contouring.
  2. Klik ini untuk mengetahui step by step contouring.
  3. Klik ini untuk mengetahui undertones.
  4. Klik ini untuk mengetahui bagian-bagian wajah.
  5. Klik ini untuk mengetahui step by step strobing.
  6. Klik ini untuk mengetahui kosmetik yang dipakai di wajah.
  7. Klik ini untuk mengetahui tentang menghindari pori-pori wajah yang besar.

 

Advertisements

4 thoughts on “contouring versus strobing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s